Rabu, 15/11/2017 15:07 WIB

Guru Ini Dipecat Setelah Video Tarik Jilbab Murid di Amerika Viral

Arina Yulistara - wolipop
Guru Ini Dipecat Setelah Video Tarik Jilbab Murid di Amerika Viral Foto: Thinkstock (Ilustrasi)
Jakarta - Diskriminasi terhadap wanita berhijab masih terjadi di berbagai negara termasuk Amerika Serikat. Kali ini kasus diskriminasi dialami oleh salah satu murid sekolah yang kemudian viral karena direkam dalam sebuah video Snapchat.

Sebuah video Snapchat viral di media sosial memperlihatkan seorang siswi berhijab menutup wajahnya saat orang lain memaksa melepas jilbabnya dan memperlihatkan rambut sang hijabers. Hal ini menjadi perbincangan karena termasuk pelecehan.

Komunitas masyarakat pembela hak asasi manusia meminta pihak berwajib untuk menyelidiki video tersebut. Video disebarkan dengan caption 'Pretty hair'. Insiden terjadi di dalam kelas sekolah New Vision Academy Charter School, Nashville, Amerika Serikat.

Tidak hanya satu video, dalam rekaman lainnya ada pula Snapchat dengan caption 'lol all that hair cover up'. Melihat tindakan ini, salah seorang netizen mengirimkannya ke media lokal News 4. Ternyata video diambil dari akun Snapchat guru di sekolah itu.

WSMV News 4

Tim News 4 memperlihatkan video ke Kasar Abdulla, aktivis keragaman budaya dan di sekolah-sekolah setempat. Kasar mengatakan kalau ia merasa sedih melihat video tersebut.

Ibu tiga anak itu kemudian menuturkan kalau jilbab sangat penting bagi wanita muslim. Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada komite sekolah untuk mengadakan kelas khusus yang mengajarkan anak-anak mengenai keberagaman termasuk pemakaian jilbab.

"Saya mendorong komite sekolah membuat kelas mengapa jilbab sangat penting bagi beberapa siswa saya. Ini adalah simbol siapa diri Anda dan ini bagian dari refleksi iman Anda. Jilbab simbol identitas Anda jadi perlu diterima dan diakui," jelas Abdulla.

Setelah kejadian ini menguak ke media, kepala sekolah mulai menyelidiki siapa guru tersebut. Awalnya guru yang terlibat itu membantah tuduhan. Namun setelah penyelidikan, ia tak bisa mengelak. Belum lagi keluarga murid berhijab itu yang sangat marah karena insiden diskriminasi ini.

Secara resmi, pihak sekolah pun mengeluarkan pernyataan minta maaf dan telah memecat guru yang melakukan tindakan diskriminasi tersebut.

"New Vision Academy adalah sekolah yang penuh keragaman. Kami bangga merangkul dan merayakan keragaman ras, etnis, agama serta sosial. Untuk menumbuhkan lingkungan ini, semua siswa harus merasa dihormati dan didukung. Tindakan yang digambarkan dalam video Snapchat tidak mencerminkan nilai dan budaya New Vision Academy. New Vision akan menggunakan video ini sebagai kesempatan untuk maju terus dengan meningkatkan kepekaan dan kesadaran budaya di sekolah kami. Guru yang bersangkutan telah dipecat tanpa dibayar dan kami sudah melakukan diskusi langsung dengan para siswa yang digambarkan dalam Snapchat. New Vision Academy meminta maaf atas kejadian yang tidak menguntungkan ini dan berharap menjadi lebih baik di masa depan," begitu pernyataan Kepala Sekolah New Vision Academy Dr. Tim Malone. (ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177