Jumat, 10/11/2017 14:00 WIB

Diprotes Wanita Transeksual, Topshop Sediakan Kamar Ganti 'Netral Gender'

Rahmi Anjani - wolipop
Diprotes Wanita Transeksual, Topshop Sediakan Kamar Ganti Netral Gender Foto: Getty Images
Jakarta - Membeli busana kadang tidaklah mudah bagi para transeksual wanita. Selain mendapat pandangan tidak mengenakkan, mereka juga kerap bingung dalam mencoba pakaian. Sejumlah transeksual di Inggris dilaporkan dilarang untuk memasuki kamar ganti wanita yang kemudian menimbulkan ketidaknyamanan. Kasus itu tampaknya membuat gerai Topshop berniat menyediakan kamar ganti netral.

Hal tersebut muncul setelah seorang transeksual wanita bernama Travis Alabanza dilarang memasuki kamar ganti wanita di sebuah gerai Topshop. Ia pun diminta untuk mencoba pakaian di kamar ganti pria. Padahal Travis berniat untuk mencoba sejumlah dress yang akan membuatnya lebih canggung jika harus melakukannya di kamar ganti pria.

"Staff itu tidak kasar tapi tidak simpatik juga. Aku bilang, 'Aku tidak akan merasa aman di sana. Apa yang kamu ingin aku lakukan? Tadinya aku pikir aku bisa langsung beli dress-nya dan mencoba di rumah tapi aku merasa 'mengapa aku melakukan ini?' Hariku langsung jadi dipolitisasi saat yang kuinginkan adalah hari belanja santai," kata Travis kepada Buzzfeed.

Travis pun mencoba menumpahkan kekesalannya di Twitter. Unggahan itu kemudian mendapat respon dari beberapa transeksual lain hingga Topshop sendiri. Retailer asal Inggris tersebut menanggapi jika peraturan kamar ganti akan diubah. Ke depannya, mereka akan menyediakan kamar ganti yang bisa digunakan semua orang. Artinya tidak ada pembeda antara wanita dan pria.

"Semua pelanggan Topshop dan Topman bebas menggunakan semua kamar ganti yang berlokasi di dalam gerai kami," kata perwakilan Topshop kepada Cosmpolitan.

Namun meski sudah ada pernyataan demikian dari Topshop, Travis tetap menganggap Topshop tidak beres. "Mereka merespon kepada dua orang mengatakan mereka tidak punya kamar ganti gender netral dan sekarang mereka bilang ada. Sepertinya mereka tidak konsisten dengan respon mereka," ungkapnya. (ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177