Rabu, 08/11/2017 07:36 WIB

5 Tipe Tukang Bully di Kantor dan Cara Menghadapi Mereka

Rahmi Anjani - wolipop
5 Tipe Tukang Bully di Kantor dan Cara Menghadapi Mereka Foto: Thinkstock
Jakarta - Perundungan atau bullying kadang tidak berhenti sampai bangku sekolah saja. Di lingkungan profesional, sikap kurang menyenangkan tersebut masih sering dialami pekerja. Berdasarkan riset yang dilakukan terhadao pekerja Amerika, bullying masih terjadi di kantor dalam bentuk intimidasi, sabotase pekerjaan, hingga penindasan verbal. Pekerja yang mengalaminya pun sering merasa kesal, malu, hingga ingin cepat resign. Berikut lima tipe pem-bully di kantor dan cara menghadapinya:

Si Jahil
Orang jahil memang ada dimana-mana. Meski sudah dewasa dan memasuki dunia profesional, si jahil seperti tak kapok mengerjai orang. Kadang mereka menganggap sikap jahilnya sebagai bercandaan. Tapi tak jarang punya yang bermaksud untuk mencuri atensi karena mereka sendiri terintimidasi, insecure, atau terancam.

Pakar karier Michelle Joy, M.D menyarankan agar Anda justru menghadapinya dengan bersikap baik. Berikan dia pujian mengenai kelebihannya dalam pekerjaan atau hal lain. Diharapkan ini akan membuatnya tak punya alasan bersikap defensif dan tidak ganggu Anda lagi.

Bos Cepat Marah
Bos yang kurang menyenangkan juga termasuk pem-bully. Apalagi jika atasan adalah orang yang cepat marah bahkan terhadap hal-hal sepele sekali pun. Sebagai bawahan, mungkin Anda merasa sungkan untuk menegur atau balik marah. Caranya yang paling aman adalah mencari penyebab yang membuat bos demikian lalu ketahui cara terbaik menghadapinya.

"Jika mereka (bos) adalah orang yang perfeksionis, biarkan mereka mengontrol. Jika mereka insecure, buatlah mereka merasa berharga. Jika mereka tidak mengerti bagaimana cara hubungan dengan baik, mencontohkan bisa memperbaiki komunikasi," kata Joy kepada My Domaine.

Teman yang Nyinyir
Orang yang hobi menyindir dengan perkataan kurang menyenangkan memang menyebalkan. Seperti orang jahil, kadang sikapnya itu dipicu karena rasa tidak nyaman dari diri sendiri. Hal itu membuatnya membalikkan rasa insecure untuk menyerang orang lain. Anda bisa membalasnya dengan menyindir balik atau mengatakan jika ucapannya tidak menyenangkan.

Tukang Gosip
Tukang gosip juga ada dimana-mana, apalagi jika Anda bekerja di lingkungan yang banyak karyawan wanitanya. Jika perkataan si tukang gosip mengenai Anda tidak benar dan menyakiti hati, ada baiknya klarifikasi dan selesaikan secara empat mata. Jika Anda merasa orang itu melakukannya karena iri, coba lebih banyak libatkan dia dalam acara kantor atau hangout bersama.

Pem-bully Serius
Mereka yang sering dan secara terang-terangan menindas berdasarkan ras, gender, agama, dan lainnya tergolong dalam tipe pem-bully serius. Satu-satunya cara menghadapinya adalah dengan melaporkan ke HRD. Tapi jangan melakukannya dengan sembarangan. Jika bisa hadirkan bukti-bukti yang menguatkan. "Punya bukti yang cukup adalah cara terbaik untuk maju dengan tindakan administratif atau legal," tutur Joy. (ami/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177