Senin, 06/11/2017 11:52 WIB

Jokowi Mantu

Ini Batik 'Abadi' yang Akan Dipakai Kahiyang Ayu Saat Midodareni

Odilia Winneke Setiawati - wolipop
Ini Batik Abadi yang Akan Dipakai Kahiyang Ayu Saat Midodareni Foto: Dok. All Seasons Photo
Jakarta - Sebagai orang Solo, batik pastinya menjadi pilihan keluarga Jokowi ketika menggelar pernikahan Kahiyang Ayu. Berikut deretan arti motif batik pilihan keluarga Jokowi yang akan dipakai saat pernikahan Kahiyang.

Keluarga Jokowi memercayakan urusan busana tradisional Jawa pada Ki Ronggojati Sugiyatno, Pemilik Toko Busana Jawi Suratman, untuk momen spesial tersebut. Pria sepuh yang akrab disapa Pak No itu pun mengungkapkan berbagai batik pilihan keluarga Jokowi serta makna di baliknya:

Siraman

Arti Motif Batik Pilihan Keluarga Jokowi untuk Pernikahan KahiyangFoto: Odilia WS


Untuk siraman yang akan digelar pada Selasa (7/11/2017), beskap akan dipadukan dengan jarik motif wahyu gumulung.

"Maknanya, mengumpulkan segala berkah dari Tuhan. Terlihat dari isenan atau wahyu yang seperti berkumpul," terang Pak No.

Midodareni

Arti Motif Batik Pilihan Keluarga Jokowi untuk Pernikahan KahiyangFoto: Odilia WS


Jarik bermotif jati kusumo menjadi pilihan keluarga Jokowi untuk malam midodareni Kahiyang Ayu. Dijelaskan Pak No,motif jati bermakna abadi dan kusuma adalah nama. "Jadinya nama yang abadi. Midodareni itu kan menyongsong dan hari yang penting juga untuk menjadikan keabadian yang madya," ungkapnya.

Akad Nikah

Ini Batik 'Abadi' yang Akan Dipakai Kahiyang Ayu Saat MidodareniFoto: Odilia WS


Untuk sesi ijab kabul yang digelar pada Rabu (8/11/2017) pagi, keluarga Jokowi akan menggunakan beskap dengan jarik bokor kencono. Maknanya, kata Pak No, sebagai wadah kemuliaan manusia karena pernikahan adalah tahapan kedua dari tiga peristiwa penting dalam hidup manusia, yakni lahir, nikah, dan mati.

Resepsi

Ini Batik 'Abadi' yang Akan Dipakai Kahiyang Ayu Saat MidodareniFoto: Odilia WS


Beskap dan jarik parang seling menjadi pilihan keluarga Jokowi untuk resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Menurut Pak No, sebenarnya motif parang pantang dipakai untuk pernikahan karena diyakini dapat membawa sial.

"Boleh parang asal ada selingnya. Tujuannya untuk memaknai hubungan vertikal antara manusia dengan penciptanya," jelas Pak No.

Ikuti perkembangan liputan Jokowi Mantu, klik di sini.



(dng/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com