Jumat, 03/11/2017 18:03 WIB

Bandara Incheon Berencana Buka Pusat Operasi Plastik untuk Traveler

Vina Kurniawan - wolipop
Bandara Incheon Berencana Buka Pusat Operasi Plastik untuk Traveler Foto: Thinkstock
Seoul - Korea Selatan merupakan negara yang populer dengan wisata medisnya, terutama operasi plastik. Sudah menjadi hal lumrah bagi warga di Negeri Ginseng tersebut untuk merekonstruksi bentuk wajahnya.

Kini Korea Selatan pun makin gencar mempromosikan operasi plastik sebagai salah satu daya tarik negaranya. Menurut laporan dari New Beauty, bandara Incheon di Korea Selatan berencana membuka pusat operasi plastik di terminal transit terbarunya.

Pusat operasi plastik dengan luas sekitar 232 meter persegi itu akan dibangun melihat banyaknya permintaan operasi plastik dari warga Korea Selatan sendiri maupun turis asing. Dengan dibangunnya pusat tersebut, diharapkan akan memudahkan para traveler melakukan operasi plastik saat transit atau menunggu pesawat di bandara.
Bandara Incheon Berencana Buka Pusat Operasi Plastik untuk TravelerFoto: (Incheon Airport/ Facebook)

Seperti diketahui, badan pariwisata Korea Selatan memang cukup gencar mempromosikan negeri kelahiran Super Junior dan SNSD itu sebagai salah satu daya tarik wisata. Saat berkunjung ke Korea, turis asing bisa melakukan 'sedikit' pembedahan untuk menyempurnakan bentuk hidung, mata maupun rahang mereka.

Korea Selatan bahkan memiliki agensi travel medis yang telah disetujui oleh pemerintah. Agensi travel ini biasanya melabeli brand nya sebagai 'perusahaan konsultasi kecantikan dan wisata'.

Rencana pembangunan pusat operasi plastik di bandara Incheon ini bukannya tanpa kontroversi. Dikutip dari Allure, melakukan operasi plastik tepat sebelum bepergian dengan pesawat tidaklah aman.
Bandara Incheon Berencana Buka Pusat Operasi Plastik untuk TravelerFoto: (Incheon Airport/ Facebook)

New Beauty melaporkan, Korean Association of Plastic Surgeons (KAPS) dan Korean Society of Plastic and Reconstructive Surgeons menentang hal tersebut karena dianggap bisa berbahaya. Melakukan pembedahan setelah itu langsung melakukan perjalanan dengan pesawat sangatlah berbahaya.

"Bagaimana jika seorang pasien tidak dapat mengikuti penerbangan terjadwal mereka karena beberapa masalah medis tak terduga yang terjadi setelah operasi atau perawatan," ungkap juru bicara KAPS.

Selain itu ahli dermatologi di New York, Sejal Shah juga menyatakan kekhawatirannya akan rencana pembukaan tempat operasi plastik di bandara Incheon Korea Selatan.

"Perubahan ekstrem pada ketinggian dan tekanan lainnya saat melakukan penerbangan setelah operasi bisa meningkatkan risiko komplikasi," ujarnya. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177