Sabtu, 28/10/2017 07:42 WIB

Tenun Baduy dan Kain Denim Menyatu dalam Koleksi Busana Siap Pakai Lekat

Rahmi Anjani - wolipop
Tenun Baduy dan Kain Denim Menyatu dalam Koleksi Busana Siap Pakai Lekat Foto: M. Abduh/Detikcom
Jakarta - Tenun Baduy mungkin belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. Padahal kain itu tak kalah menarik dibanding wastra Nusantara lain untuk dijadikan material utama busana. Di tangan, desainer Amanda Indah Lestari dari brand Lekat, tenun Baduy pun diolah menjadi koleksi busana siap pakai. Dipadukan dengan bahan denim, rangkaian busana itu tampil menarik, unik sekaligus etnik.

Lekat memamerkan rangkaian busana terbarunya di pagelaran fashion akbar JFW 2018, Jumat, (27/10/2017). Brand tersebut menampilkan karyanya yang pernah ditampilkan di Paris Fashion Week lalu. Koleksi kali ini pun cukup spesial karena Amanda pertama kalinya membawa warna-warna gelap.

"Sebelumnya Lekat selalu menggunakan warna-warna cerah. Kali ini lebih banyak hitam dan putih. Akan beda sekali sama sebelumnya karena lebih maskulin, lebih gampang dipakai untuk sehari-hari," kata Amanda dalam konferensi pers yang diadakan sebelum show.

Tenun Baduy dan Kain Denim Menyatu dalam Koleksi Busana Siap Pakai LekatFoto: M. Abduh/Detikcom


Kebanyakan busana Lekat yang ditampilkan di malam terakhir JFW 2018 itu pun berpotongan longgar dan kasual. Kolaborasi tenun Baduy dan kain denim juga diramaikan oleh motif garis. Adapun aksen rumbai yang membuat tampilannya lebih atrakrif dan kekinian. Kedua material utama berbeda tekstur pun dijadikan dress, kemeja, rok, celana, hingga blazer.

Beberapa tampilan yang menarik, seperti blazer denim hitam dengan permainan patchwork tenun Baduy. Sebaliknya adapun kemeja tenun Badui yang hadir dengan tempelan kain denim. Perpaduan material tersebut membuat koleksi tampak atraktif meski berwarna gelap.

Tenun Baduy dan Kain Denim Menyatu dalam Koleksi Busana Siap Pakai LekatFoto: M. Abduh/Detikcom


Amanda berbagi panggung dengan brand kenamaan lainnya yakni Danjyo Hyoji. Kali ini, brand lokal itu terinspirasi dengan pola geometris. Jadilah, busananya unik dan dekonstruktif. "Kami menampilkan 14 looks yang terinspirasi dari pattern geometris terlihat jelas ada rectangle, square dengan basic shape," kata sang Creative Director Liza Masitha.

Banyak bermain dengan struktur, rangkaian busana Danjyo Hyoji pun berkesan futuristik. Sejumlah atasan tampil menarik atensi dengan aksentuasi bentuk kotak atau bulat di bagian depan. Adapun permainan lipat hingga colorblocking yang membuatnya semakin atraktif.


(ami/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177