Kamis, 19/10/2017 17:49 WIB

Foto: Saat Desainer Indonesia Menyuarakan Pesan Politiknya di Catwalk

Daniel Ngantung - wolipop
Foto: Saat Desainer Indonesia Menyuarakan Pesan Politiknya di Catwalk Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta - Fashion tak melulu tentang glamornya rancangan seorang desainer. Di balik keindahannya, fashion pun dapat berbicara soal situasi politik dan sosial di sekitarnya.

Pesan berbau politis itu begitu kuat di panggung catwalk Lakme Trend Gala di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2017) malam.

Toton Januar adalah satu dari empat desainer yang menyajikan koleksi teranyarnya di hajatan gelaran salah satu brand makeup internasional itu.

'Rayuan Pulau Kelapa', begitu Toton mentajuki koleksi Spring-Summer 2018 tersebut.

"Sumber inspirasinya datang dari kondisi negeri kita saat ini yang sangat memprihatinkan, baik itu politik ataupun sosial," ungkap Toton.

Koleksi Toton Spring-Summer 2018Koleksi Toton Spring-Summer 2018 (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)

Carut-marut situasi bangsa ini Toton gambarkan lewat permainan cutting asimetris yang tampak tak beraturan. Padu-padan busana yang tekstur materialnya saling bertolak belakang semakin mempertegas filosofi koleksi ini. Entah itu denim dengan rafia, atau silk organza bersama katun.

Toton lalu mengemas styling-nya dalam nuansa street-style yang belakangan menjadi kiblat banyak desainer dunia.

Koleksi Toton Spring-Summer 2018Koleksi Toton Spring-Summer 2018 (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)


Bagi Toton, harapan akan masa depan yang cerah selalu ada serumit apapun situasinya. "Untuk koleksi ini, aku mengaplikasikan palet yang cerah sebagai simbol optimisme. Tapi di satu sisi kita harus tetap agresif dan bersikap. Aku menggambarkannya lewat potongan yang tegas, seperti tailored jacket," ungkap pria kelahiran Makassar ini.

Lain lagi dengan Auguste Soesastro yang turut memamerkan karya terbarunya malam itu setelah lama absen menggelar fashion show.

Koleksi Kraton Auguste Soesastro Spring-Summer 2018Koleksi Kraton Auguste Soesastro Spring-Summer 2018 (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)


Auguste rupanya sempat muak pada organisasi-organisasi penyelenggara acara fashion di Indonesia karena sistemnya yang mendiskreditkan desainer sebagai seniman.

"Mereka tidak menghargai kami, para desainer, sebagai pelaku seni. Aku sudah sampai pada titik di mana Aku tidak mau lagi berpartisipasi di ajang fashion show manapun sampai sistemnya berubah," kata Auguste.

Setelah mempertimbangkan matang-matang, ia pun memutuskan untuk mempresentasikan koleksinya kembali dalam ajang fashion show.

Koleksi Toton Spring-Summer 2018Koleksi Toton Spring-Summer 2018 (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop)


Masih dengan garis desainnya yang minimalis serta jahitannya yang sangat teliti, Auguste kembali ke akarnya yakni arsitektur dan adibusana (couture) setelah fokus mengeksplor ranah ready to wear beberapa tahun terakhir.

Ia mengedepankan konsep less is more. "Tidak ada ornamentasi, biarkan bahan berbicara dengan sendirinya," katanya.

Auguste mendedikasikan koleksinya untuk sang mentor, desainer ternama Ralph Rucci, yang dua tahun lalu terpaksa menutup bisnis fashion-nya karena situasi ekonomi yang tak menentu.

Koleksi Sapto DjojokartikoKoleksi Sapto Djojokartiko Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Tampil pula malam itu, koleksi Mel Ahyar dan Sapto Djojokartiko. Kali ini Sapto mencoba keluar dari zona nyamannya dengan menggali palet-palet baru belum pernah dipakainya.

Semantara Mel menyajikan deretan busana bertajuk Metaphor dengan konsep Art-Couture, yang mengawinkan seni dan adibusana.

Rancangan Mel Ahyar.Rancangan Mel Ahyar. Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
(dtg/dtg)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com