Rabu, 18/10/2017 18:12 WIB

Curhat Dian Pelangi Alami Diskriminasi di Paris karena Hijab

Arina Yulistara - wolipop
Curhat Dian Pelangi Alami Diskriminasi di Paris karena Hijab Foto: Dok. Instagram @dianpelangi
Jakarta - Desainer busana muslim Dian Pelangi sukses pamer karya di International Fashion Summit (Sommet International de la Mode), Paris Fashion Week for Peace, Paris, Prancis. Saat menggelar show di Paris, Dian Pelangi bercerita kalau ia sempat mengalami sikap diskriminasi.

Desainer berusia 26 tahun ini menuturkan kalau Paris belum ramah hijab. Masih ada sekelompok masyarakat yang memandang miring dengan pemakaian hijab. Seperti ketika ia datang ke salah satu restoran di Paris dan tidak dilayani karena mengenakan hijab.

"Waktu itu sempat habis fashion show mau makan di salah satu restoran di sana, nggak dilayani sama waiter-nya. Sampai satu setengah jam lebih di situ nggak dilayani juga akhirnya aku pergi. Masih ada bbeberapa orang di sana yang belum menerima hijab," cerita Dian Pelangi saat berbincang dengan Wolipop di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (18/10/2017).
Curhat Dian Pelangi Alami Diskriminasi di Paris karena HijabFoto: Dok. Instagram @dianpelangi

Tidak hanya saat makan di restoran, sebelum fashion show pun Dian Pelangi sempat debat dengan penyelenggara acara. Pasalnya, model-model yang nanti akan membawakan busana rancangan desainer berdarah Palembang itu awalnya tidak diizinkan semua berhijab.

Dian Pelangi tidak mau hal tersebut terjadi. Ia pun berusaha keras agar semua modelnya memakai jilbab. Ia merasa bertanggung jawab akan imej wanita muslim yang berhijab.

"Sempat diminta copot kerudungnya sama penyelenggara di sana. Jadi lima model pakai hijab dan lima nggak pakai. Kata mereka soalnya di sini susah diterima kalau semua berhijab dan nggak mau kontroversial. Aku nggak bisa begitu, aku nggak mau, desainer jangan diatur-atur, karena aku merasa bertanggung jawab ya mewakili muslimah berhijab lainnya. Akhirnya diizinkan," papar Dian Pelangi lagi.
Curhat Dian Pelangi Alami Diskriminasi di Paris karena HijabFoto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Menurut Dian Pelangi, wanita berhijab di Paris, Prancis, masih harus berjuang dengan iman mereka. Untuk menemukan hijab yang nyaman pun tidak semudah di Indonesia. Maka dari itu, Dian Pelangi memaklumi bila banyak hijabers Prancis dan negara barat lainnya yang masih memperlihatkan leher karena keterbatasan mereka.

Sikap diskriminasi yang ada di tengah masyarakat juga menjadi faktor mereka tidak menutup hijab secara sepenuhnya. Hal ini diketahui Dian Pelangi setelah sempat mengadakan temu blogger usai fashion show di Paris, Prancis.

"Untuk mencari busana mereka lebih pilih pesan online karena toko belum ada. Paling mereka lebih suka beli baju di mainstream brand seperti Zara, H&M. Mereka belinya juga bukan kerudung tapi syal ya. Yang penting buat mereka pakai rok dan baju panjang. Makanya maklumi saja kalau mereka masih kelihatan leher karena diskriminasi itu ya. Jangan sinis kalau mereka masih kelihatan leher atau rambut," tutupnya.

(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177