Jumat, 13/10/2017 14:25 WIB

Blake Lively Mengaku Pernah Dilecehkan Secara Seksual Oleh Makeup Artist

Rahmi Anjani - wolipop
Blake Lively Mengaku Pernah Dilecehkan Secara Seksual Oleh Makeup Artist Foto: Getty Images
Jakarta -
Kasus pelecehan seksual belakangan menjadi topik hangat di industri Hollywood. Sejumlah selebriti kenamaan, seperti Gwyneth Paltrow, Angelina Jolie hingga Mira Sorvino mengaku pernah menjadi korban dari produser Harvey Weinstein.

Blake Lively pun angkat bicara mengenai pengalamannya sendiri. Ia mengaku juga pernah dilecehkan namun oleh seorang makeup artist.

Menurut Blake, kejadian tidak menyenangkan tersebut terjadi di lokasi syuting sebuah proyek. Ia mengatakan jika ada salah seorang makeup artist merekamnya ketika sedang tidur. Penata rias pria itu juga sempat mengucapkan kata-kata kurang pantas kepada aktris tersebut.

"Dia mengatakan hal-hal yang kurang pantas, memaksa memakaikan lipstik dengan jarinya. Aku sedang tidur suatu malam di lokasi dan aku terbangun lalu aku melihat dia merekam gambarku. Ketika itu, aku pakai busana tapi itu adalah hal yang sangat voyeuristic dan menakutkan," ungkap Blake kepada Los Angeles Times.

Melihat seseorang memvideokannya dalam keadaan tidur, Blake pun melaporkan kejadian itu kepada produser. Sayangnya, laporannya tidak mendapat tanggaan yang memuaskan. Akhirnya aktris yang populer berkat serial Gossip Girl tersebut menyewa jasa pengacara untuk menyelesaikan masalah ini. Makeup artist itu pun kemudian dicabutkan dari proyek film.

Meski begitu, Blake tetap kesal dengan kejadian ini karena staff film masih memberi kesempatan karier pada makeup artist tersebut. "Manajer produksi unit kami menuliskannya surat rekomendasi karena tidak ada yang ingin meninggalkan perseteruan," kata Blake.

Mengenai kasus pelecehan Harvey Weinstein, Blake mengaku tidak pernah mengalami kejadian serupa dengan sang produser. Ia pun mengungkapkan pentingnya wanita angkat bicara mengenai hal-hal buruk yang terjadi pada mereka.

"Penting bagi wanita untuk marah sekarang. Penting karena ada pemberontakan. Penting bahwa kita tidak mendukung ini dan kita tidak fokus pada satu atau dua atau tiga atau empat cerita, penting bahwa kita fokus pada kemanusiaan pada umumnya dan berkata, 'Itu tidak bisa diterima,'" tuturBlake.
(ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com