Jumat, 13/10/2017 07:35 WIB

Inspiratif, Noni Cantik Manado Ini Sukarela Mengajar Anak Pedagang Pasar

Daniel Ngantung - wolipop
Inspiratif, Noni Cantik Manado Ini Sukarela Mengajar Anak Pedagang Pasar Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Teriknya sinar matahari belum mau pergi dari Pasar Karombasan, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (12/10/2017) siang. Namun itu bukan penghalang bagi anak-anak pedagang setempat untuk belajar di Pasar Pustaka.

Mereka tampak begitu antusias mendatangi kelas yang dibuka di tengah hiruk pikuk Pasar Karombasan sejak April lalu.

Adalah Tria Divinity Malengsang, mahasiswi semester 7 Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi Manado yang menggagas Pasar Pustaka.

Inspiratif, Noni Cantik Manado Ini Suka Rela Mengajar Anak Pedagang PasarFoto: Daniel Ngantung/Wolipop
Di balik perawakannya yang semampai bak model, Tria menyimpan hasrat di dunia pendidikan anak. Perempuan 21 tahun ini terilhami oleh sang bunda yang berprofesi sebagai guru honorer di kampung halamannya, Talaud.

Perhatiannya pada pendidikan itulah yang memotivasi Tria untuk membuka Pasar Pustaka bagi anak-anak pedagang Pasar Karombasan.

Pasar yang dibangun pada era 1970-an itu sering dilalui Tria saat menuju kampus dari kostannya. Tak jarang ia melihat banyak anak-anak pedagang berkeliaran.

Sembari menunggu orangtuanya berjualan, banyak di antara mereka yang mengais sampah, mencari botol atau dus bekas. Bahkan tak sedikit di antaranya melakukan hal-hal negatif seperti 'ngelem'.

Hati Tria lantas tergerak untuk berkontribusi dengan memanfaatkan potensinya. Bermodalkan pengetahuan yang didapatnya sebagai mahasiswi Sastra Inggris, bungsu dari dua bersaudara ini mengajari mereka bahasa Inggris di Pasar Pustaka.

Inspiratif, Noni Cantik Manado Ini Suka Rela Mengajar Anak Pedagang PasarFoto: Daniel Ngantung/Wolipop
"Daripada waktu luang mereka terbuang-buang sia-sia dengan berbagai hal negatif, lebih baik diisi dengan kegiatan positif seperti belajar dan membaca buku," ujar Tria saat ditemui Wolipop.

Pasar Pustaka yang juga berfungsi sebagai perpustakaan itu menempati sebuah ruangan kecil berukuran sekitar 2 x 3 meter di lantai dua gedung Pasar Karombasan. Tria mengaku sempat kesulitan mencari tempat untuk mengajar.

Namun beruntung Tria mendapat bantuan dari Pendeta Inyo Oroh yang kebetulan sering melakukan pelayanan di lingkungan pasar. Setelah berhasil melobi pihak-pihak yang berkepentingan di pasar, Pendeta Inyo menemukan tempat untuk Tria mengajar.

"Hampir sebulan aku menunggu kepastian tempat. Sembari menunggu, kelas digelar di luar ruangan dulu," ujar Juara Harapan 1 ajang Noni Sulawesi Utara 2015 ini.

Terwujudnya Pasar Pustaka juga tak lepas dari dukungan Program Putri Sulamit. Tria adalah satu dari tujuh perempuan muda berbakat dan inspiratif Indonesia yang masuk dalam misi sosial Putri Sulamit. Mereka dibina oleh Putri Sulamit agar dapat berdampak bagi lingkungan sekitar.

Ia juga mendapat bantuan buku-buku bekasa dari para donatur untuk perpustakaan Pasar Pustaka. Saat ini sudah terkumpul 600 buku.

Inspiratif, Noni Cantik Manado Ini Suka Rela Mengajar Anak Pedagang PasarFoto: Daniel Ngantung/Wolipop
Awal Pasar Pustaka dirintis, baru segelintir murid yang bergabung. Namun seiring waktu berjalan, jumlah muridnya terus bertambah. Saat ini, Pasar Pustaka sudah memiliki 30 murid usia SD dan SMP. Mereka belajar tanpa dipungut biaya.

"Bersyukur Pasar Pustaka tidak mendapatkan penolakan dari orangtua murid. Mereka sangat mendukung, bahkan ada juga yang ikut melihat kegiatan belajar-mengajar di sini," tutur wanita yang pernah masuk tujuh besar pemilihan Miss Celebrity 2016 tingkat provinsi ini.

Kendati begitu, bukan berarti niat baik Tria bebas dari tantangan. Salah satunya datang dari para murid yang meski semangat belajar namun sangat mudah terpengaruh ajakan teman bermain.

"Jadinya mereka agak sulit berkonsentrasi. Butuh kesabaran yang ekstra saat mengajar mereka," ujar putri pasangan Maria dan Hendrik Malengsang itu.

Tria meluangkan waktunya untuk mengajar di Pasar Pustaka setiap Selasa dan Kamis terlepas dari kesibukannya merampungkan skripsi.

Hawa panas dan bau pasar juga tak menghalangi Tria. Ia tak kebaratan harus panas-panasan dan kulitnya tereksos panas matahari di pasar demi mengajar murid-muridnya.

Bagi Tria, pengorbanannya itu terbayarkan saat melihat antusiasme para muridnya untuk belajar.

Kendati banyak tawaran untuk mengikuti audisi model dan terjun ke dunia hiburan, Tria mengatakan tetap berkomitmen untuk tetap mengabdi di Pasar Pustaka.

"Menurutku, modeling hanyalah sampingan saja. Itu sifatnya sementara. Prioritasku adalah melakukan sesuatu yang dapat berdampak bagi lingkungan dan sosial," kata Tria.

Ia berharap, misinya dalam Pasar Pustaka dapat terus berekspansi. Tak berhenti di Pasar Karombasan saja, tapi di pasar-pasar lainnya.

(dng/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177