Kamis, 12/10/2017 08:46 WIB

Tren Kecantikan Baru di Thailand, Operasi Plastik Miss V '3D Vagina'

Anggi Mayasari - wolipop
Tren Kecantikan Baru di Thailand, Operasi Plastik Miss V 3D Vagina Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Operasi plastik jadi salah satu alternatif yang dilakukan oleh kebanyakan wanita untuk memperbaiki penampilannya. Tren kecantikan melalui bedah plastik ini pun selalu berganti. Tak hanya di wajah, kini operasi plastik juga bisa berfokus ke organ intim wanita. Seperti operasi plastik 3D Vagina di Thailand.

Layanan 3D Vagina ini menjadi tren baru di industri kecantikan Thailand sebagai salah satu prosedur peremajaan vagina. Jika biasanya menggunakan perawatan laser untuk mengencangkan area pribadi wanita untuk penampilan lebih muda, namun layanan 3D Vagina ini melibatkan penyuntikan lemak pasien dari area lemak lainnya ke dalam mons pubis (alat reproduksi wanita yang berbentuk menonjol dan membulat).

Hasilnya? Vagina menjadi lebih penuh dan muda. Perawatan 3D Vagina baru-baru ini menjadi viral dan ramai diperbincangkan sejak seorang staf Rumah Sakit Lelux memposting gambar ilustrasi sebelum dan sesudah dari prosedur injeksi lemak ke sebuah postingan Facebook.

Pada postingan yang diunggah oleh pengguna Facebook dengan nama Atittayapa Photiya ini, ia juga menyertakan foto seorang pasien yang tengah melakukan prosedur 3D Vagina.

"Operasi kecantikan untuk mempercantik miss V Anda menggunakan lemak Anda," tulisnya yang diikuti dengan hashtag #vaginafatinjection #plump #fleshy

Perawatan kecantikan 3D Vagina ini diklaim aman dan tak berbahaya karena prosedur 'penggemukan vagina' menggunakan lemak dari tubuh pasien sendiri. Meskipun tak sedikit netizen merasa aneh dan menertawakan tren tersebut, banyak juga wanita yang benar-benar tertarik untuk melakukan operasi tersebut.

Dilansir Coconut Bangkok, menurut petugas medis di Rumah Sakit Lelux, prosedur 3D Vagina melibatkan sedot lemak di bagian tubuh pasien seperti pinggul, perut, paha atau bokong yang memiliki kelebihan lemak. Untuk melakukan prosedur tersebut, setiap pasien bisa merogoh kocek THB 50 ribu atau sekitar Rp 20 juta. (agm/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177