Kamis, 12/10/2017 08:16 WIB

Intimate Interview

Mengenal Dita Soedarjo, Sosialita Cantik Pemilik Haagen Dazs Indonesia

Arina Yulistara - wolipop
Mengenal Dita Soedarjo, Sosialita Cantik Pemilik Haagen Dazs Indonesia Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Cantik, muda, pintar berbisnis, merupakan tiga kata yang mewakili sosok Dita Soedarjo. Putri dari konglomerat, Soetikno Soedarjo dan Dian Muljadi, ini lebih dikenal sebagai sosialita. Meski disebut sosialita bukan berarti Dita manja. Ia juga piawai berbisnis seperti ayahnya. Yuk mengenal lebih dekat dengan Dita Soedarjo.

Saat ditemui Wolipop di apartemennya, Dita Soedarjo yang tampil cantik mengenakan dress putih dari label fashion miliknya 'Dignity Woman' berbagi sedikit cerita mengenai pengalamannya berbisnis. Dita Soedarjo mulai terjun ke dunia bisnis setelah lulus dari Fashion Institute of Design & Merchandising (FIDM) di Los Angeles pada 2015.

Sebelum benar-benar berkecimpung di dunia bisnis, wanita 25 tahun ini pernah mencicipi bekerja sebagai karyawan di salah satu media yang tergabung dalam perusahaan ayahnya, Mugi Rekso Abadi (MRA) Group. Dita belajar bagaimana menjalin relasi dengan berbagai tipe orang yang terjun di dunia fashion serta bisnis.
Dita Soedarjo. Dita Soedarjo. Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Setelah mendapatkan pengalaman bekerja di media, Dita Soedarjo mulai dipercaya sang ayah untuk memegang Haagen Dazs Indonesia di 2015. Ia mengaku suka es krim dan pekerjaannya menyenangkan.

"Kalau kerja di majalah sangat padat waktunya jadi aku nggak bisa bisnis. Waktu itu papa bilang Haagen Dazs Indonesia baru nyari orang, yasudah aku coba. Ternyata kerjanya seru bisa food tasting, doesn't feel like work," aku Dita Soedarjo kepada Wolipop beberapa waktu lalu di Apartemen Dharmawangsa, Jakarta Selatan.



Menurut wanita yang hobi masak ini, bisnis es krim tak semudah yang dibayangkan. Apalagi ia mengambil bisnis franchise sehingga harus mengikuti peraturan perusahaan induknya. Terkadang Dita Soedarjo merasa kreativitasnya terbatas karena peraturan tersebut.
Dita Soedarjo. Dita Soedarjo. Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Sebagai contoh, ketika Dita ingin menyalurkan ide kreatif untuk meningkatkan penjualan namun ternyata tidak bisa dilakukan karena terpentok pada imej. Terkadang hal tersebut tidak sesuai dengan dirinya namun di situlah Dita Soedarjo belajar mengendalikan diri.

"Karena itu franchise kita nggak bisa seenak jidat. Misalnya kalau mau melakukan event terus nggak cocok sama branding Haagen Dazs ya mau gimana. Haagen Dazs kan es krim high end kita harus ikuti peraturan," katanya lagi.

Selain bisnis es krim, Dita Soedarjo juga terjun ke bisnis fashion. Ia mulai membangun bisnis fashion sekitar dua tahun lalu selain memegang Haagen Dazs Indonesia. Dita merasa punya waktu luang dan ingin mencoba bisnis lainnya.

Sebelum memutuskan membangun bisnisnya sendiri, Dita Soedarjo melihat kebutuhannya dulu. Dita mencoba berkaca pada diri sendiri. Kemudian ia tersadar kalau dirinya masih merasa kesulitan mendapatkan busana dengan harga terjangkau sesuai karakter personalnya yang girly. Tercetuslah ide untuk membuat label fashion sendiri.
Dita Soedarjo. Dita Soedarjo. Foto: Dok. Arina Yulistara/Wolipop

Dita Soedarjo memulai langkahnya dengan membuat label 'Dignity Woman' yang ditujukan untuk para wanita modern. Tak hanya satu, Dita juga membuat label busana lainnya yakni 'Virgin Villians'. Label ini ditujukan untuk wanita feminin yang suka dengan permainan bahan lace dan detail.

Ada pula bisnis lain yang ditekuni Dita Soedarjo selain fashion dan es krim. Ya, Dita Soedarjo menjajal kemampuannya untuk berkecimpung di dunia kecantikan. Ia mengeluarkan label bulu mata palsu yang dinamakan 'D'licate'.

Bisnis kecantikannya tersebut baru dimulai sekitar tujuh bulan lalu. Kini Dita Soedarjo sedang berencana mengeluarkan bulu mata palsu magnet jadi tidak perlu menggunakan lem. Ketiga bisnis tersebut, diakui Dita Soedarjo, dirintis karena melihat perkembangan bisnis lokal yang melaju pesat. Ia bahkan merasa lebih seru membuat bisnis sendiri daripada franchise.

"Aku ingin create something yang affordable, jadinya aku buat label fashion sendiri. Iseng-iseng pertamanya, eh laku, jadinya terusin. I think bisnis lokal the next big thing. Di sini marketnya bagus," ucap bungsu dari tiga bersaudara itu.




Saat menggeluti bisnis yang dibangunnya sendiri, Dita Soedarjo, memiliki tantangan berbeda daripada hanya meneruskan bisnis sang ayah. Ia menilai, ketika berbisnis semua orang harus berusaha mandiri tidak seperti ketika menjadi karyawan dapat bertanya dengan rekan kerjanya. Tak jarang ia sempat diremehkan oleh orang-orang sekitarnya melihat latar belakang orangtua yang sukses dan kaya raya. Ia mengaku sering disebut anak manja yang tidak bisa melakukan apa-apa selain bergantung pada orangtua.

"Dibilang aku nggak bisa kerja, anak manja, tapi aku nggak malu sih, just do my best. Kalau ada apa-apa di kantor aku juga nggak malu untuk nanya. Sekarang memang belum bisa buktiin tapi yang penting mereka tahu aku mau coba. Netizen juga suka bilang just take a photo. Aku ketawa saja sih menanggapinya karena setiap orang punya proses masing-masing," paparnya.

Tak hanya dari orang lain, Dita Soedarjo juga mengaku pernah diremehkan oleh teman sendiri. Melihat ia hanya menyasar bisnisnya lewat online dan belum punya website apalagi butik, terkadang ada beberapa teman yang menyindirnya.

"Ada saja yang bilang, 'Ah Dita kok kamu jualan nggak pakai website?'. Website kan mahal yang penting pelaku untung. Aku nggak malu buat jualan online, yang penting halal dan nggak merugikan. Kadang cewek suka mendengarkan omongan teman-temannya jadi buat mereka nggak jadi diri sendiri. Temanku juga ada yang bilang aku socialite, terus aku take endorsement. Kalau barangnya aku suka, halal, ngapain worry buat image so much tapi kamu minta uang terus buat orangtua," ujar wanita pecinta es krim itu.




Di samping bisnis komersial, Dita Soedarjo juga punya kegiatan charity. Ia membuat Dignity Academy dengan mengajarkan para mantan TKW untuk memiliki keahlian khusus agar bisa mendapat pekerjaan lebih baik. Kini terdapat 20 orang mantan TKW yang pernah menjadi korban pemerkosaan atau kekerasan secara verbal maupun nonverbal sehingga mempunyai trauma mendalam. Demi bisa membantu mereka, Dita Soedarjo memberikan mereka kelas khusus untuk belajar nail art.

Selain itu, Dita Soedarjo juga berkecimpung dalam yayasan sosial dalam rangka membantu pendidikan anak yang dinamakan Let's Share. Sudah terdapat 56 murid di yayasan tersebut yang ditanggung biaya pendidikannya.




Di akhir kata, Dita Soedarjo menyarankan anak millenial yang mau coba berbisnis agar jangan takut mencoba dan tidak perlu malu. Ingat saja, untuk mencapai kesuksesan harus dimulai dari hal kecil.

"Yang penting percaya sama diri sendiri karena kadang mereka takut mencoba, minderan atau terlalu mikirin apa kata orang lain. Knowing your identity is everything dan tahu bahwa Tuhan menciptakan kamu dengan tujuan yang baik jadi jalani saja passion-mu. Jangan malu untuk mulai kecil-kecilan, anak millenial sekarang pengennya selalu instan dan cepat gede. Kalau mulai sendiri semua perlu proses dan waktu dan banyak belajar tapi di situ sangat seru," sarannya sebelum menutup perbincangan.

Simak hasil bincang-bincang bersama Dita Soedarjo pada video di atas ya. (ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com