Selasa, 10/10/2017 09:38 WIB

Riset Mengungkap Orang Hanya Bekerja 3 Jam Sehari, Selebihnya Ngapain?

Rahmi Anjani - wolipop
Riset Mengungkap Orang Hanya Bekerja 3 Jam Sehari, Selebihnya Ngapain? Foto: Thinkstock
Jakarta - Orang kantoran umumnya bekerja delapan sampai sembilan jam sehari. Waktu tersebut tentu tidak sepenuhnya dipakai untuk menyelesaikan tugas-tugas. Paling tidak satu jam dipakai untuk waktu istirahat. Satu jam lain dipakai untuk membuka media sosial. Belum lagi waktu yang digunakan untuk mengobrol hingga membalas pesan yang kadang bikin pegawai lupa pekerjaan.

Jika dihitung-hitung, sebenarnya waktu untuk bekerja tidaklah banyak. Bahkan menurut penelitan, kebanyakan orang hanya bekerja tiga jam sehari. Lalu selebihnya dipakai untuk melakukan apa?

Penemuan tersebut terungkap dalam sebuah riset yang dilakukan kepada 1989 orang Inggris di tahun 2016. Penelitian itu membuktikan bahwa sebenarnya tidak banyak waktu yang dibutuhkan para karyawan untuk bekerja. Setiap harinya, kebanyakan dari mereka hanya mendedikasikan tidak sampai tiga jam, tepatnya dua jam 53 menit, untuk mengurus karier.

Berdasarkan studi, waktu kerja para pegawai selebihnya digunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak selalu terkait profesi. Itu tampaknya membuat mereka banyak menunda dan mengulur waktu sehingga pekerjaan terselesaikan lebih lama. Dikatakan jika kebanyakan pagawai memanfaatkan sisa waktu untuk browsing media sosial, bersosialisasi, makan, merokok bahkan mencari pekerjaan lain.

Hal ini ternyata juga bukan temuan baru. Sebelumnya sejumlah studi pernah menunjukkan bahwa manusia sebenarnya tak butuh banyak waktu untuk bekerja. Mereka bisa melakukannya dalam waktu singkat jika benar-benar fokus. Meski begitu, riset-riset tidak menyarankan pekerja mengambil sedikit waktu untuk istrihat. Karena istirahat justru bisa meningkatkan produktivitas. Intinya, delapan jam waktu yang disediakan memang bukan ditujukan untuk sepenuhnya bekerja.

Pakar pun tidak menganjutkan pekerja dipaksa bekerja lebih dari delapan jam. "Jika kamu memaksa orang melampaui waktu tersebut, kamu akan mendapati mereka melakukan kebiasaan buruk," ungkap Anders Ericsson yang merupakan ahli psikologi kerja kepada Business Insider.

Penelitian ini pun mendasari sejumlah perusahaan untuk mempersingkat hari kerja para karyawan menjadi empat hari seminggu. Salah satunya perusahaan yang sudah melakukannya adalah Take Treehouse yang mengubah jam kerja menjadi 32 jam seminggu sejak 2016. CEO Ryan Carson mengatakan jika hal itu dilakukan agar pekerja punya kehidupan yang seimbang.

Anders pun mengungkap bahwa waktu kerja yang lebih singkat bisa membuat pegawai merasa lebih segar, tidak stres, dan produktif. "Perusahaan akan menerima lebih banyak keuntungan jika pekerjanya bekerja 50% atau 70% lebih sedikit dari jam kerja sekarang ini," kata Anders. (ami/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com