Jumat, 06/10/2017 18:26 WIB

Pakai 'Batik' Afrika, Stella McCartney Tuai Kritikan

Daniel Ngantung - wolipop
Pakai Batik Afrika, Stella McCartney Tuai Kritikan Foto: Getty Images
Paris - Meski dipuji karena berkomitmen memanfaatkan material ramah lingkungan, Stella McCartney tetap saja tak luput dari kritikan. Stella dikritik lantaran memakai motif ankara khas Afrika untuk koleksi Spring-Summer 2018.

Koleksi tersebut tampil perdana di hadapan publik di Paris Fashion Week belum lama ini. Penulis asal Afrika Amarachi Nwosu mencibir Stella karena menggunakan motif ankara sementara hanya satu model asal Afrika yang tampil di peragaan busananya.

"Are we going to talk about Stella McCartney using Ankara prints, meanwhile there was only ONE African model on her runway?!" tulis Amarachi di Twitter.

Koleksi Stella McCartney Spring-Summer 2018Koleksi Stella McCartney Spring-Summer 2018 (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)


Kritikan pedas juga datang dari sebuah artikel di situs berita OkayAfrica yang menyebut Stella sebagai 'kolonialis fashion'. Dalam artikel itu juga, para desainer barat diminta untuk mencomot sembarang desain khas Afrika lalu mengklaim sebagai desainnya tanpa membayar royalti.

Dilansir Fashionista, motif yang diperkarakan itu rupanya masih memiliki hubungan dengan batik. Adalah penjajah asal Belanda yang membawa teknik pembatikan khas Indonesia masuk ke tanah Afrika di zaman kolonialisme dulu.

Seiring berjalannya waktu, teknik pembatikan di Afrika terus berevolusi dan menghasilkan beragam motif. Salah satunya motif ankara.

Koleksi Stella McCartney Spring-Summer 2018Koleksi Stella McCartney Spring-Summer 2018 (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)


Sampai sekarang, orang-orang Afrika mengenalnya sebagai kain malam khas Belanda. Kain ini sangat populer di Afrika, begitu pula di Belanda.

Menanggapi komentar miring tersebut, pihak Stella McCartney menegaskan bahwa koleksi Spring-Summer 2018 merupakan buah kolaborasi Stella dengan Vlisco.

Berbasis di Belanda, Vlisco dikenal sebagai perusahaan tekstil yang konsisten memproduksi 'batik' khas Belanda sejak 1846. (dtg/dtg)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com