Selasa, 03/10/2017 14:39 WIB

Hijabers Ini Jadi Kontroversi Karena Promosikan Poligami di Tanah Arab

Arina Yulistara - wolipop
Hijabers Ini Jadi Kontroversi Karena Promosikan Poligami di Tanah Arab Foto: Ist.
Arab - Poligami masih terus menjadi polemik di masyarakat. Melihat banyak perempuan yang menjadi korban poligami, psikolog berhijab Zahraa Al Moussawi berusaha membuat program baru untuk membantu istri terima poligami. Kemudian program ini menjadi perdebatan di media sosial.

Psikolog asal UAE itu meluncurkan sebuah program baru yang bertujuan membantu wanita agar bisa menerima istri kedua. Zahraa mulai memperkenalkan program tersebut di sebuah konferensi kesehatan mental yang diadakan di Abu Dhabi.

Program baru ini dikeluarkan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Zahraa sebelumnya. Menurut studi Zahraa, suami boleh berpoligami dalam Islam dan telah dilakukan banyak pria Arab.

Meski telah banyak dilakukan di Tanah Arab, Zahraa melihat reaksi istri cenderung negatif ketika suami berpoligami. Banyak wanita yang menjadi istri pertama tidak bisa menerima poligami dalam pernikahan mereka. Reaksi istri pertama menurut Zahraa sangat mirip seperti seorang anak yang kemudian menjadi kakak.

"Istri pertama sering cemburu, marah, gelisah, dan depresi, ketika suami poligami," ujar Zahraa berdasarkan studi yang telah dilakukannya.

Dengan tujuan memberdayakan perempuan, Zahraa ingin membantu perasaan wanita agar merasa lebih baik ketika suami berpoligami. Ia membuat program yang dapat membantu istri pertama bisa menjalani hidup lebih baik ketika suami punya istri muda.

Program tersebut dibagi menjadi lima sesi konseling mulai dari memahami alasan pria untuk poligami, menumbuhkan rasa percaya diri, menghilangkan perasaan menyalahkan diri sendiri, mendapatkan dukungan, hingga mengatasi komentar negatif orang lain.

Program ini kemudian menjadi kontroversi, ada yang pro dan kontra. Beberapa orang setuju dengan program tersebut namun lainnya mengatakan tidak terima.

"Program ini realistis, objektif, dan penting. Ini adalah peran dari penelitian ilmiah untuk melihat masalah dalam kehidupan kita dan mencoba menyelesaikannya," ujar pengguna Twitter dengan akun @dr_assma.

"Ini adalah hal yang dibutuhkan wanita. Ini seperti melangkah mundur padahal kita sudah melangkah lebih maju," kata @JusticeWF.

"Kekuatan wanita memang yang terbaik," kicau @myraabdallah.

Sementara pengguna lain yang tak setuju turut berkicau mengomentari program baru Zahraa.

"Kenapa tidak ada program untuk melatih pria agar merasa puas hanya dengan satu istri?" tanya akun @emaratalyoum.

"Poligami dalam Islam hanya diperbolehkan kalau kondisinya 'memberatkan'," tulis pengguna Twitter lainnya.

Dilansir dari Step Feed, Islam pertama kali mengizinkan poligami untuk kepentingan janda dan anak yatim yang tidak memiliki sarana untuk bertahan hidup. Suami boleh berpoligami jika situasinya 'berat'. Suami juga boleh berpoligami kalau mereka bisa bersikap adil. (ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com