Selasa, 26/09/2017 19:39 WIB

Ini Bukti Millennial Bukan Generasi Pemalas di Dunia Profesional

Rahmi Anjani - wolipop
Ini Bukti Millennial Bukan Generasi Pemalas di Dunia Profesional Foto: iStock
Jakarta - Millennial sering dianggap sebagai pembawa masalah dalam lingkungan pekerjaan. Opini itu muncul setelah sejumlah pakar mengungkap karakteristik generasi mereka. Banyak dikatakan jika orang-orang berusia 19 hingga 35 itu banyak terpengaruh teknologi sehingga menjadi sosok yang pemalas, tidak mau berusaha keras, dan mudah pindah kerja. Tapi tidak menurut penelitian terbaru yang membuktikan kebalikannya.

Menurut studi terbaru yang dilakukan firma riset 747 Insights, ternyata millennial tidak selalu menyusahkan. Terungkap jika generasi Y sebenarnya bisa membawa untung pada perusahaan.

"Sudah lama orang-orang mengatakan jika millennial adalah orang-orang yang mengandalkan orangtua kaya, tidak punya persiapan, dan orangtua mereka melakukan semuanya untuk mereka. Mereka (dibilang) hanya menerima dan bukan pekerja keras. Aku pikir mereka akan mengejutkan banyak orang karena ternyata tidak seperti itu," kata Michael Wood selaku Principal 747 Insights.

Penelitan pun membuktikan jika millennial sebenarnya mau bekerja keras untuk perusahaan atau bos yang memang mendukung mereka. Jika sudah menemukan pekerjaan yang cocok, mereka bisa mengaburkan batasan antara kehidupan pribadi dan profesional. Berbeda dari generasi-generasi sebelumnya, mereka tetap mau bekerja meski sedang menikmati waktu libur. Tak heran, jika 57% millennial yang disurvei mengaku pekerja keras.

Sebelumnya, penelitian mengenai millennial juga pernah dilakukan 'Generation Nation' kepada 4.000 orang Amerika Serikat. Responden yang datang dari beragam usia tersebut dianalisa mengenai berbagai hal mulai dari pekerjaan, pertemanan, hingga brand.

Berbeda dengan opini yang banyak beredar, hasil studi tersebut juga mengungkap generasi Y yang lahir pada tahun 1981 hingga 1997 ternyata sangat peduli dengan pekerjaan. "Millennial benar-benar peduli dengan pekerjan. Dan mereka peduli dengan pekerjaan lebih dari sekadar penghasilan," kata peneliti.

"Mereka sangat penuh harapan dan mereka punya pandangan positif mengenai generasi mereka dan apa yang akan mereka kontribusikan untuk hasil yang lebih baik," tambahnya. (ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com