Rabu, 13/09/2017 18:17 WIB

Diduga Sudah Membunuh 3.000 Wanita, Inikah Tren Fashion Paling Berbahaya?

Hestianingsih - wolipop
Diduga Sudah Membunuh 3.000 Wanita, Inikah Tren Fashion Paling Berbahaya? Foto: Getty Images
Jakarta - Fashion saat ini lebih mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan di samping gaya busana stylish. Tapi tahukah Anda, ratusan tahun lalu busana wanita tidak senyaman sekarang?

Di era Victorian, yakni 1800-an hingga 1901, para wanita mengenakan pakaian dalam yang disebut crinoline. Pakaian dalam ini adalah sejenis petticoat atau rok dalaman yang biasa dipakai di bawah gaun.

Crinoline yang terbuat dari rambut kuda jadi salah satu item fashion paling trendi pada zaman kekuasaan Ratu Victoria itu. Alih-alih pakaian dalam, crinoline sebenarnya lebih berbentuk seperti rangka karena strukturnya yang kaku.
Foto: Getty Images

Pada perkembangannya, rambut kuda digantikan dengan katun yang dipadatkan, kemudian diganti lagi dengan bahan metal dan dibentuk seperti 'kandang' seperti yang kita ketahui sekarang ini. Crinoline dipakai dibawah rok dalaman, dilapis lagi dengan rok atau gaun.

Crinoline pertama kali jadi tren di kalangan wanita kelas atas dan jadi semakin populer dikenakan rakyat jelata. Saat memakai crinoline, ruang gerak jadi sangat terbatas karena salah bergerak sedikit saja, crinoline bisa membuat area intim wanita cedera.
Foto: Getty Images

Memakai crinoline, meskipun membuat wanita tampak anggun dan mewah, ada pengorbanan besar di baliknya. Selain jadi sulit berjalan dan terasa panas karena harus memakai berlapis-lapis baju, risiko kematian juga tinggi.

Crinoline terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar. Dikutip dari Elite Readers, tak kurang dari 3.000 wanita tewas karena terbakar saat memakainya.

Jangan salah mengira crinoline yang membuat pemakainya terbakar. Tapi karena bahannya sangat mudah terbakar, sedikit saja percikan mengenai gaun, api akan langsung menyebar dan membakar dalam hitungan detik.
Foto: Getty Images

Pada 1858, seorang wanita asal Boston tewas terbakar saat rok yang dikenakannya terkena api dari perapian di rumahnya. Lalu pada 1863, seorang pelayan tewas akibat luka bakar parah setelah gaunnya terkena api saat ia ingin mengambil seperangkat alat makan di dapur.

Kasus yang tak kalah mengerikan, sembilan ballerina terbunuh setelah salah satu dari mereka menyalakan lilin saat tampil di Continental Theater. Sementara itu di Inggris, dilaporkan ada 19 kematian akibat crinoline yang terbakar hanya dalam kurun waktu dua bulan. Api yang menyebar begitu cepat membuat para korban tidak sempat menyelamatkan diri maupun minta pertolongan.
Crinoline di masa sekarang. Foto: Getty Images

Anda yang hidup di zaman sekarang bisa bernapas lega. Crinoline kini bukan lagi benda 'wajib' untuk dipakai para wanita. Kejayaan crinoline lenyap di akhir era 1800-an dan sekarang hanya dipakai untuk acara tertentu seperti pertunjukan teater, karnaval atau pesta kostum. Bahannya pun dibuat dari material yang lebih nyaman dan tak mudah terbakar. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com