Selasa, 12/09/2017 17:44 WIB

Perlukah Suami Beri Semua Gajinya Demi Nafkahi Istri?

Arina Yulistara - wolipop
Perlukah Suami Beri Semua Gajinya Demi Nafkahi Istri? Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance
Jakarta - Postingan Facebook mengenai uang nafkah dan uang belanja yang viral membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana seharusnya? Apa perlu suami memberi semua penghasilannya ke istri? Menurut psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, pengaturan uang tersebut tergantung kebijakan pernikahan masing-masing karena setiap pasangan menikah punya peraturan sendiri dalam mengelola keuangan mereka.

Liza pun menyebut kalau uang memang menjadi hal yang sensitif untuk dibicarakan termasuk dalam pernikahan. Untuk masalah pembagian keuangan perlu ada kesepakatan bersama antara suami dan istri. Jika suami ingin mencampur uang nafkah dan belanja lalu kemudian istri tidak keberatan maka tak akan menjadi masalah. Bahkan bila suami mau memberi semua gajinya ke istri juga tak masalah bila sudah ada kesepakatan bersama. Berbeda ketika salah satu merasa keberatan maka perlu ada diskusi untuk membahasnya.
Perlukah Suami Beri Semua Gajinya Demi Nafkahi Istri?Foto: Facebook

Psikolog berusia 39 itu menuturkan kalau tak ada cara yang ideal untuk mengatur masalah keuangan dalam pernikahan karena semua kembali lagi ke masing-masing pihak. Liza menyarankan untuk saling terbuka dan transparan mengenai keuangan mereka setelah menikah.

"Yang menjadi complicated adalah ketika konsep uang istri dan suami berbeda. Kalau yang satu transparan dan satu tertutup agak repot. Dipikirkan juga apa harus ada akun bersama atau nggak, kalau merasa nggak perlu lalu baiknya gimana, perlu komunikasi antar suami dan istri," papar Liza saat dihubungi Wolipop, Jumat (8/9/2017).

Liza juga menyarankan untuk saling memahami. Ketika salah satu sifatnya memang tertutup maka pihak lainnya harus coba memahami. Begitu pula sebaliknya. Dalam membicarakan keuangan sebenarnya tidak harus 100% detail yang penting mencapai kesepakatan bersama antara suami dan istri.

"Saran saya harus belajar ya, kalau suaminya biasa tertutup nggak bisa ngomong dan istrinya yang lebih terbuka harus paham. Oh ya sudah, saya sudah memilih bersama dengan dia maka saya harus memahaminya. Nggak mesti buka-bukaan 100%, yang penting sudah sepakat," tambahnya.

Liza menjelaskan kalau banyak kasus perceraian yang awal penyebabnya timbul karena uang. Ketika hal sensitif itu sudah menimbulkan pertengkaran maka masalah bisa melebar ke berbagai aspek. Hal sepele pun akhirnya bisa menimbulkan pertengkaran yang terus bertumpuk dan menjadi boomerang di masa depan.

Untuk itu, Liza menyarankan agar saling terbuka. Cari permasalahan utamanya, jujur, dan diskusi. Bicarakan sampai menemukan jalan tengahnya.

"Karena akhirnya ketika hal itu diributkan akan melebar ke mana-mana pertengkarannya. Jadi apa yang dilakukan pasangan selalu bikin sebal, apa saja salah, banyak pertengkaran yang menumpuk dan akhirnya jadi besar. Makanya harus terbuka, nggak sah merasa malu, ungkapin saja semua, dicari seperti apa permasaalahannya, kalau nggak setuju harus ngomong, intinya ketemu di tengah dan konsisten dijalani bersama," katanya lagi.

(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177