Selasa, 12/09/2017 11:02 WIB

Cara Bijak Tanggapi Hal yang Viral Saat Berselancar di Media Sosial

Arina Yulistara - wolipop
Cara Bijak Tanggapi Hal yang Viral Saat Berselancar di Media Sosial Foto: Thinkstock
Jakarta - Munculnya tagar seperti #MalamPertamaRaisa pada minggu lalu sempat menjadi perdebatan. Pasalnya komentar-komentar yang menggunakan tagar tersebut dianggap tidak sopan dan melecehkan perempuan. Psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, setuju kalau tagar itu merendahkan wanita.

Bahkan menurut Liza, #MalamPertamaRaisa juga melecehkan Raisa dan Hamish secara personal. Tak hanya itu, ujaran-ujaran yang tidak sopan lewat hashtag tersebut juga merendahkan institusi pernikahan.

"Sebenarnya menurut saya, itu tak hanya merendahkan wanita dan pria tapi juga melecehkan institusi pernikahan. Apa yang salah hubungan badan setelah menikah? Itu kan sesuatu yang lumrah dan sakral setelah menikah namun kemudian dibuat mainan dan bulan-bulanan," jelas Liza saat dihubungi Wolipop, Jumat (8/9/2017).

Psikolog kelahiran 10 November 1977 itu menuturkan kalau munculnya #MalamPertamaRaisa karena netizen sudah kebablasan. Banyak yang hanya ikut-ikut meramaikannya tanpa memikirkan pihak lain demi eksistensi. Untuk itu, Liza pun menyarankan netizen untuk bersikap bijak dalam menanggapi sesuatu yang viral, jangan hanya ikut-ikutan tanpa berpikir panjang.

Coba bersikap dewasa menanggapi hal ini. Jika Anda merasa dewasa dan ingin memberitahu netizen agar tidak lagi meramaikan hashtag itu karena termasuk melecehkan orang lain, bisa turut berkomentar dengan tegas. Beritahu netizen lain kalau sikap mereka tidaklah sopan.

"Kalau buat saya nggak mungkin kita meyakinkan semua orang. Tapi saat seperti ini kita secara tegas saja bilang kalau itu selayaknya, nggak sepatutnya hashtag itu. Bayangkan kalau kita ada di posisi Hamish dan Raisa mungkin bisa saja terganggu," saran Liza.

Ketika sudah mencoba memberitahu netizen tapi tak digubris atau malah dicela, wanita 39 tahun ini menyarankan untuk tidak lagi berkomentar. Anggap saja bicara dengan orang yang tidak berakal. Paling tidak, pemikiran Anda sudah tersampaikan.

Liza juga menyarankan para pengguna media sosial saat ini coba belajar berempati dengan orang lain. Tidak perlu mencari sensasi karena bisa merugikan diri sendiri nantinya.

"Masyarakat perlu belajar nge-rem di media sosial. Kalau kemudian kita nggak mau nge-rem nanti kita tahu sendiri mana yang sudah kelewatan. Kita kan juga sudah dewasam sudah tahu kok hal yang terdengar nggak enak dan enak, coba melatih kecerdasan emosional," tambahnya lagi sebelum menutup perbincangan. (ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com