Selasa, 12/09/2017 10:23 WIB

Wanita Ini Alami Kebotakan dan Luka Bakar Usai Warnai Rambut

Anggi Mayasari - wolipop
Wanita Ini Alami Kebotakan dan Luka Bakar Usai Warnai Rambut Foto: thinkstock
Sichuan - Mengubah warna rambut sesuai tren tentunya cukup diminati oleh sebagian wanita. Namun alih-alih menjadi lebih menarik dengan warna rambut baru, seorang wanita di Sichuan, China malah menjadi botak dan mengalami luka bakar di kulit kepala setelah ia ingin mewarnai rambutnya menjadi hijau keabu-abuan.

Menurut media lokal Ettoday, wanita yang memiliki marga Deng ini pergi ke salon rambut untuk mewarnai rambutnya dan seluruh proses pewarnaan itu memakan waktu tujuh jam. Awalnya, Deng memiliki rambut asli berwarna hitam dan penata rambutnya mengatakan bahwa rambut Deng tak konsisten sehingga perlu beberapa kali pewarnaan.

Penata Rambut tersebut pun melakukan empat kali pewarnaan pada rambut Deng. Saat pewarnaan kedua, Deng merasa kulit kepalanya terbakar, namun sang hair stylist mengatakan bahwa itu adalah hal yang normal terjadi dan memintanya untuk bertahan.
Wanita Ini Alami Kebotakan dan Luka Bakar Usai Warnai RambutFoto: Istimewa

Setelah mewarnai rambut untuk ketiga kalinya, Deng mengeluh kembali kulit kepalanya terasa sakit dan mengungkapkan jika kondisi tersebut mungkin ada kaitannya dengan produk yang digunakan. "Tidak mungkin!," jawab penata rambut dengan tegas membantah dan melanjutkan kembali prosedur pewarnaan.

Deng pun mulai cemas karena warna yang ditimbulkan menjadi hijau lumut bukannya hijau keabu-abuan sesuai keinginannya. Lagi-lagi sang penata rambut berkilah bahwa tidak ada salahnya jika warna hijau abu merek ini akan berubah menjadi warna tersebut.

Untuk yang keempat kalinya, rambut Deng kemudian diwarnai lagi. Tapi, ia tak dapat menahan rasa sakitnya hingga air matanya mulai mengalir. Penata rambutnya meminta Deng untuk bertahan sedikit lebih lama karena proses pewarnaan akan segera berakhir.

Hingga akhirnya sang penata rambut menyadari ada yang tak beres dan segera membantu Deng untuk mencuci dan menghilangkan zat warna itu. Deng kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis. Dermatologist mengungkapkan jika Deng mederita alergi terhadap pewarna dan kulit kepalanya 40 persen mengalami luka bakar akibat bahan kimia.

Dengan kondisi seperti itu, Deng pun diharuskan oleh dokter untuk mencukur seluruh rambutnya karena khawatir ada residu pewarna rambut yang dapat menyebabkan reaksinya dapat lebih buruk. Ia juga harus dirawat inap selama lima hari di rumah sakit.

"Aku selalu memiliki rambut panjang dan kini aku tidak dapat menerima penampilan botakku sekarang," tutur Deng.

Deng kemudian menuntut salon tersebut untuk kompensasi biaya pengobatan dan kerusakan rambut yang dialaminya sebesar Rp 160 juta. Sementara itu, sang penata rambut mengungkapkan bahwa kasus ini merupakan pertama kali dialaminya selama lebih dari sepuluh tahun masa kerja. Ia pun setuju untuk membayar Rp 7 juta atas tagihan medis Deng. (agm/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com