Jumat, 08/09/2017 08:45 WIB

Ngeri, Wanita Teror Mantan Pacar Selama 2 Tahun dengan Pura-pura Jadi Polisi

Anggi Mayasari - wolipop
Ngeri, Wanita Teror Mantan Pacar Selama 2 Tahun dengan Pura-pura Jadi Polisi Foto: Thinkstock
Jakarta - Seorang wanita pencemburu entah bagaimana caranya mampu mengendalikan kehidupan mantan pacarnya. Melarang sang mantan untuk 'melihat' wanita lain dan bahkan pergi ke bar tertentu selama dua tahun. Wanita bernama Lauren Adderley ini rupanya membohongi mantan pacarnya dengan menyamar sebagai polisi.

Wanita asal Inggris ini pun ditahan setelah terbukti berpura-pura sebagai petugas polisi dan meneror mantan kekasihnya. Dilansir Metro, Lauren ditahan karena sudah menipu dan membuat hidup mantannya, Mitchell Lloyd menderita.

Wanita berusia 21 tahun ini memiliki hubungan yang romantis dengan Mitchell selama dua bulan pada 2014. Setelah putus, Mitchell menegaskan bahwa ia tak ingin berhubungan lagi dengan Lauren.

Tapi, Lauren menyusun rencana pemerasan yang canggih untuk Mitchell setelah hubungan asmara mereka berakhir. Agar masoh bisa berhubungan dengan Mitchell, wanita muda ini mengatakan pada sang mantan bahwa dirinya mengalami pelecehan seksual dan meminta Mitchell untuk memberikan sebuah pernyataan kepada polisi. Mitchell pun bersedia membantu Lauren dan polisi bernama Robert Hay yang tidak lain adalah Lauren sendiri segera menghubungi Mitchell.
Lauren Adderley. Foto: Istimewa

Lauren menipu Mitchell dengan menyamar sebagai Robert Hay. Ia mengirimkan email yang seolah-olah datang dari kepolisian dan mengancam Mitchell dengan denda uang juga sanksi sosial.

Ancaman ini bermula pada Desember 2014 saat Lauren melihat Mitchell mengantar pulang teman wanitanya setelah pesta natal. Hal itu membuat Lauren kesal. Mitchell pun menerima email dari Robert Hay dan menanyakan mengapa ia membuat Lauren kesal dengan mengantarkan wanita lain. Kemudian polisi gadungan ini mulai mengatur jam malam untuk Mitchell dan melarangnya pergi ke pub dan bar tertentu pada hari Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Mitchell dilarang untuk berbicara dengan teman wanitanya. Jika tidak, dirinya akan dikenakan denda hingga Rp 260 juta karena telah menyakiti Lauren.

"Ia (Mitchell) mematuhinya dan percaya bahwa itu adalah perintah yang sah, karena kata-kata resmi dan persyaratan formal yang digunakan," tutur Dafydd Roberts, jaksa penuntut yang menangani kasus tak biasa ini.
Lauren Adderley. Foto: Istimewa

Terus-menerus diancam dan ditekan oleh polisi membuat Mitchell stress karena dirinya tak bisa menjalin hubungan lagi dengan wanita lain. Dua tahun setelah mengalami pemerasan tanpa henti, Mitchell akhirnya menemukan keberanian untuk memberi tahu teman-temannya tentang apa yang telah ia alami, dan mereka menasihatinya untuk pergi ke polisi mengenai hal itu

Petugas polisi yang nyata segera dapat menyimpulkan bahwa email yang Mitchell terima itu palsu. Dan akhirnya melacak bahwa Lauren adalah dalang dibalik semua itu. Laurenpun mendapat hukuman penjara selama sembilan bulan. (agm/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Other Articles

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com