Jumat, 25/08/2017 19:47 WIB

Saat Kelebihan Berat Badan Memengaruhi Kehidupan Seks Anda

Daniel Ngantung - wolipop
Saat Kelebihan Berat Badan Memengaruhi Kehidupan Seks Anda Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Berat badan yang berlebih tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan, tapi juga kehidupan seks Anda.

Riset membuktikan hampir 60 persen wanita yang merasa dirinya kegemukan tidak akan mengizinkan pasangan melihat mereka tanpa busana. Dan survei yang sama mengungkapkan 80 persen wanita merasa masalah kelebihan berat badan ini mengganggu kehidupan seks. Bagaimana berat badan bisa mempengaruhi kehidupan seks?

Dr Jennifer Berman, seorang ahli urologi dan Laura Berman, terapis seks, mencoba membantu wanita dengan masalah berat badan ini sehingga berdampak pada aktivitas bercinta. Menurut Laura, wanita yang merasa seksnya tak lagi menyenangkan karena bentuk tubuh mereka, seharusnya mereka belajar untuk membentuk imej tubuh yang lebih sehat.

"Pastikan untuk tidak menggunakan berat badan sebagai perlawanan terhadap hal-hal seksual. Ini bukan hanya soal imej tubuh yang lebih sehat, tapi soal penerimaan diri, merasa nyaman dengan fungsi dan kerja tubuh," ujarnya seperti dikutip Every Day Health.

Untuk bisa membentuk imej tubuh lebih positif ini Laura pun menyarankan wanita melakukan beberapa kegiatan. Misalnya dengan menari di depan kaca. Aktivitas tersebut bisa membantu wanita merasa lebih nyaman dengan tubuhnya.

Imej positif wanita terhadap dirinya ini juga bisa didapat dengan bantuan pasangannya. Pujian dari suami terhadap bentuk tubuh istri, dapat membuat wanita merasa dirinya cantik dan seksi.

Bagaimana jika imej positif ini sudah terbentuk namun orgasme tetap sulit didapat? Mungkinkah berat badan ikut mempengaruhi kemampuan wanita untuk mencapai klimaks?

"Secara teori, semakin banyak sel lemak berarti akan semakin tinggi juga jumlah estrogen di dalam tubuh. Dan semakin tinggi estrogen ini, jumlah testosteron berarti akan menurun," ujar Dr. Jennifer Berman.

Kandungan hormon estrogen di dalam tubuh sebenarnya baik untuk membuat wanita lebih mudah terlubrikasi. Namun di sisi lain, ketika hormon estrogen terlalu tinggi, hormon testosteron menurun. Dan hal itu berdampak buruk membuat libido menurun serta mengurangi respon seksual sehingga menyulitkan wanita mencapai orgasme. (dng/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com