Senin, 14/08/2017 17:17 WIB

Intimate Interview

Mengenal Analisa Widyaningrum, Psikolog Cantik Peduli Pendidikan Emosional

Anggi Mayasari - wolipop
Mengenal Analisa Widyaningrum, Psikolog Cantik Peduli Pendidikan Emosional Foto: Dok. Instagram
Jakarta - Psikolog cantik yang memiliki nama lengkap Analisa Widyaningrum ini merupakan salah satu wanita muda yang menginspirasi. Pasalnya Wanita yang berpraktek di Rumah Sakit Jogja International Hospital ini merupakan penggagas sekolah kepribadian yang diberi nama Analisa Personality Development Center.

Saat ditemui oleh Wolipop, Ana mengaku bahwa sekolah kepribadian yang didirikan dua tahun lalu itu berawal dari keinginannya untuk tidak membatasi psikologi hanya untuk seseorang yang memiliki gangguan jiwa saja. Ia ingin dengan psikologi dapat membangun kepribadian dan karakter seseorang menjadi lebih cerdas secara emosional.

"Aku percaya banyak orang yang punya potensi tapi dia kayak lihat sisi negatifnya. Nah dengan modal pengalaman dan nekat aku yakin dengan keyakinanku kalau semua orang itu punya kelebihan maka aku bikin sekolah pengembangan diri jadi kayak dalam sekolah pengembangan diri semua orang itu bisa dikembangkan potensinya," cerita Ana.

Semasa kuliah Ana juga merupakan mahasiswa berprestasi. Mengambil jurusan Psikologi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ana merupakan penerima Djarum Beasiswa Plus 2009. Ia juga pernah menjadi Duta Bahasa dan menjadi delegasi Indonesia dalam ASEAN Youth Friendship Network pada 2010.
Mengenal Analisa Widyaningrum, Psikolog Cantik Peduli Pendidikan EmosionalFoto: Dok. Instagram

Saat ini sekolah kepribadian yang ia dirikan dan berlokasi di Yogyakarta bukan hanya untuk anak-anak atau pribadi tertentu saja melainkan beberapa perusahaan untuk pengembangan karyawannya.

"Mulai dari anak sekolah sampai dewasa jadi bikin sekolah pengembangan pribadi itu buat semua mulai dari anak usia dini sampai akhirnya malah justru perusahaan-perusahaan itu juga ingin buat training, buat pengembangan karyawan jadi kayak akhirnya meluas gitu. Sering ngisi capacity building karyawan dari sisi psikologinya mereka, terus personality development mereka seperti apa," terangnya.

Lulusan Magister Psikologi di UGM ini juga menambahkan untuk mendirikan sekolah tersebut ia awalnya berjuang sendiri mulai dari membuat proposal, mencari investor hingga sewa ruko. Analisa Personality Development Center ini terdiri dari beberapa kelas informal yang memberi jasa konsultasi psikologi, in-house training, dan sekolah kepribadian.

"Dari SD tapi biasanya kalau TK orangtuanya yang datang, konseling gitu sih bahwa anak mereka speech delay terlambat bicara atau perkembangan development yang lain dia mengalami keterlambatan jalan. Ada kelas-kelas informalnya gimana mereka bisa punya kemampuan berkomunikasi yang baik bagaimana mereka tau etika, manner, ada table mannerterus cara kita bicara, duduk, berjalan," jelasnya.
Mengenal Analisa Widyaningrum, Psikolog Cantik Peduli Pendidikan EmosionalFoto: dok. Anggi Mayasari/Wolipop

Sementara itu, menurut Analisa, di Indonesia sendiri sekolah kepribadian untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa yang cerdas secara emosi relatif kurang. Padahal pembentukan karakter ini sangat penting agar tidak terjadi masalah dalam berhubungan sosial. "Sekarang itu kan pendidikan di Indonesia kayak berlomba-lomba pada kecerdasan intelektual, pintar akademik. Padahal menjawab tantangan sekarang itu yang aku lihat realitanya banyak kasus bullying," ujar Analisa.

"Banyak kasus yang buat aku berpikir sebagai orangtua karena anakku udah dua jadi aku nggak harus punya anak yang pintar akademik tapi dia harus pintar ngadepin hidup ini. Misalnya kayak dia punya karakter yang bagus, dia bukan pelaku dan bisa melawan juga kalau terjadi bullying, lebih hal-hal yang punya kecerdasan emosi sih yang lebih diutamakan," tambahnya.

Ibu dua anak ini juga mengungkapkan bahwa seharusnya pendidikan di Indonesia mengajarkan bagaimana perkembangan anak-anak untuk bisa memiliki rasa empati dan simpati terhadap sesama.

"Indonesia sendiri kan anak SD harus bisa baca tulis padahal kalau di luar negeri kayak di Amerika, di Australia mereka sama sekali tidak menuntut anaknya untuk bisa baca tulis, justru TK itu yang fun pembentukan karakter. Sedangkan kalau di Indonesia TK udah dikursusin membaca berhitung, ironis gitu buat stres. Dengan itu aku kayak merasa pendidikan yang penting itu misalnya kayak di Australia gimana mereka bisa antri, gimana mereka bisa berbagi makanan, gimana mereka bisa lebih ke sosial skill," imbuhnya. (agm/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com