Minggu, 13/08/2017 10:02 WIB

Kisah Unik Bocah Berambut Jabrik yang Sangat Sulit Disisir

Arina Yulistara - wolipop
Kisah Unik Bocah Berambut Jabrik yang Sangat Sulit Disisir Foto: ist
Jakarta - Setiap wanita memiliki jenis rambut yang berbeda-beda. Namun rambut bocah ini berbeda daripada yang lain. Rambut gadis kecil bernama Shilah Yin tampak jabrik dan sangat sulit di sisir. Mengapa demikian?

Rupanya gadis berusia tujuh tahun itu menderita kondisi langka yang dikenal sebagai sindrom rambut tidak nyaman. Jadi rambutnya tumbuh tidak beraturan dari kulit kepala ke berbagai arah dan tak bisa disisir rata.

Kisah Unik Bocah Berambut Jabrik yang Sangat Sulit DisisirFoto: ist.


Gadis asal Melbourne, Australia, itu awalnya lahir dengan kondisi rambut normal. Namun saat berusia tiga bulan kondisi rambutnya mulai berantakan. Rambut tumbuh tidak jelas sehingga selalu kusut dan sulit di sisir secara bersamaan.

Shilah baru merasakan kalau rambutnya aneh ketika berusia empat tahun karena omongan teman-teman dan orang di sekitarnya. Shilah awalnya merasa tidak percaya diri karena tatapan orang lain kepadanya. Namun ia berubah menjadi lebih percaya diri setelah mendapat keyakinan dari kedua orangtua.

Kedua orangtua Shilah mengatakan kalau ia mempunyai rambut yang istimewa sehingga penampilannya terlihat unik. Sejak saat itu, Shilah tak peduli dengan omongan orang lain dan ia menyukai gaya rambutnya yang jabrik.

"Shilah menyukai bentuk rambut uniknya tapi itu berasal dari penguatan positif di rumah, teman, juga keluarga. Sebagai gadis kecil, dia sering mengatakan kepada kita kalau dia seperti unicorn yang istimewa dan unik. Itu terkadang membuatku meneteskan air mata," jelas Celeste Calvert-Yin kepada Today.

Celeste juga bercerita kalau setiap pagi ia harus menyemprotkan larutan untuk membantu merapikan rambut kusut åkepada Shilah. Tak hanya itu, butuh waktu 10 sampai 20 menit untuk menyisir rambut Shilah dengan sisir bergerigi lebar.

Ayah Shilah juga membantu menata rambut putri kecilnya agar mengembang seperti yang diinginkan Shilah. Hal ini membuat Shilah merasa lebih percaya diri dan menganggap penampilannya berbeda dari yang lain.

Awalnya keluarga Shilah tak tahu tentang sindrom rambut tidak nyaman itu dan setelah mengetahuinya, mereka berusaha memberikan edukasi lewat media sosial. Mereka mengunggah foto Shilah untuk memberitahu orang lain kalau rambut putrinya demikian karena memang mengalami sindrom rambut tidak nyaman.

Menurut National Institute of Health, sindrom tersebut biasanya muncul saat masa kanak-kanak dan lebih sering terjadi pada anak berambut pirang. Kondisi ini diyakini genetik walaupun tidak ada satu pun keluarga Shilah yang memiliki sindrom serupa.

Peneliti mengatakan belum ada obat untuk mengatasi kondisi rambut langka ini. Meski demikian, kondisi tersebut bisa saja berubah seiring berjalannya usia yang mungkin dapat kembali normal. (aln/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com