Sabtu, 22/07/2017 16:40 WIB

Foto: Bentuk-bentuk Pakaian Dalam Wanita dari Masa ke Masa

Hestianingsih - wolipop
Foto: Bentuk-bentuk Pakaian Dalam Wanita dari Masa ke Masa Foto: Getty Images
Jakarta - Bentuk pakaian dalam yang kita kenakan sekarang ternyata jauh berbeda dengan masa tiga abad lalu. Sebelum mengetahui evolusi pakaian dalam dari masa ke masa, kamu boleh merasa lega karena celana dalam maupun bra yang dipakai di zaman sekarang jauh lebih nyaman ketimbang zaman nenek moyang dulu. Seperti apa saja bentuknya? Simak penjelasannya seperti dikutip dari Hello! Magazine.

1800
Petticoat. Foto: Getty Images

Sebelum era 1800-an, wanita tidak mengenal --dan tentunya tidak memakai-- apa itu bra dan celana dalam. Para wanita di Eropa kala itu memakai berlapis-lapis petticoat (dalaman yang dipakai di bawah rok atau gaun) untuk melindungi area intim mereka.

1840
Pantalette, celana dalaman yang dipakai di bawah gaun. Foto: Getty Images

Baru saat memasuki abad ke-19, mereka menyadari pentingnya pakaian dalam. Pada 1840, manusia mulai menciptakan pantalette, celana dalaman sepanjang betis dengan renda-renda di bawahnya. Celana tersebut dipakai di bawah busana luar mereka. Bayangkan betapa tidak nyamannya!

1860
Foto: Getty Images

Pakaian dalam di era ini lebih 'menyiksa' lagi. Wanita-wanita Eropa masih memakai petticoat, ditambah 'baju' berstruktur dari besi dan korset ketat untuk menopang gaun-gaun serta rok yang bervolume dan super mengembang.

1890
Foto: Thinkstock

Maju ke era yang lebih baru, pakaian dalam yang lebih nyaman mulai dikembangkan. Korset dan celana bentuk balon masih dipakai, tapi di sinilah era bra pertama kali diciptakan. Bra modern yang kita kenal --dan pakai-- sampai sekarang ini dipatenkan oleh Mary Phelps Jacob sebagai penemunya pada 1890. Kala itu ia mengembangkan bra tanpa tali belakang.

1920
Knickers (kanan). Foto: Getty Images

Seiring dengan model pakaian wanita yang tidak lagi mengembang dan bervolume besar, pakaian dalam pun dibuat dengan model yang lebih simpel. Di era 20-an, diciptakan knickers, celana dalaman sepanjang lutut yang ujung bawahnya dikerut atau dikencangkan.

1930
Foto: Getty Images

Model pakaian dalam di era ini mengikuti tren di mana para wanita ingin memiliki tubuh yang cenderung 'rata' dan 'lurus'. Artinya, tanpa lekukan tubuh yang terlalu seksi. Maka itu diciptakan lah korset dan girdle (ikat pinggang atau tali yang dipakai di pinggang hingga pinggul) yang tujuannya membuat tubuh terlihat lebih boyish. Bra juga dibuat lebih menopang payudara.

1946
Bralette. Foto: Thinkstock

Berakhirnya Perang Dunia II menandai bangkitnya popularitas bra berkawat. Model bra sedikit menutupi setengah area perut yang kini kita kenal dengan istilah bralette.

1960
Foto: ist

Pakaian dalam yang tren di era kejayaan Marilyn Monroe ini adalah bra dan underwear yang serasi. Celana dalam high-waist atau garis pinggang tinggi disukai banyak wanita karena tren kala itu adalah menutupi pusar. Mereka juga sangat menyukai bra dan celana dalam dengan warna yang senada.

1970
Foto: ist

Pakaian dalam dirancang dengan model yang lebih festive dan fancy. Bra dan celana dalam tampil cantik dan manis dengan hiasan renda, pita dan lace di hampir seluruh bagian. Terlihat cantik, tapi kurang nyaman dipakai karena detail yang terlalu banyak membuat kulit terasa gatal.

1980
Bra dan Underwear. Foto: Thinkstock

Lingerie menjadi lebih provokatif dan sensual. Di era ini banyak bintang film dan selebriti berpose mengenakan lingerie transparan yang memperlihatkan area intim mereka. Akhirnya, lingerie seksi pun menjadi tren. Pada era ini pula, pakaian dalam dianggap sebagai salah satu benda yang bisa membangkitkan gairah seksual pasangan.

1990 - sekarang
Celana dalam bentuk thong. Foto: ist

Mulai banyak bermunculan model-model pakaian dalam yang lebih bervariasi. Di awal 90-an terciptalah celana dalam model thong, G-string, bra bentuk segitita dan pakaian dalam yang makin minimalis. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177