Rabu, 12/07/2017 07:30 WIB

Romantisnya Pria yang Melamar Kekasih di Starbucks

Eny Kartikawati - wolipop
Romantisnya Pria yang Melamar Kekasih di Starbucks Wanita yang dilamar di Starbucks. Foto: Dok. Instagram Esther Havens
Jakarta - Starbucks bagi sebagian besar orang adalah sebuah gerai kopi biasa. Namun untuk pria ini, kedai kopi tersebut begitu istimewa. Begitu istimewanya, dia sampai membuat lamaran yang begitu romantis di Starbucks.

Adalah pria bernama Austin Mann yang membuat lamaran di Starbucks itu. Austin melamar kekasihnya, Esther Havens pada awal Juli 2017 kemarin. Austin dan Esther yang sama-sama bekerja sebagai fotografer untuk startup nonprofit di negara berkembang memulai kisah cinta mereka dari kedai kopi asal Amerika Serikat itu.
Austin yang melamar Esther di Starbucks. Austin yang melamar Esther di Starbucks. Foto: Dok. Instagram Esther Havens

Cerita cinta keduanya bermula ketika mereka bertemu di Waco, Texas, pada 2008. Awalnya mereka hanya berteman. Namun perasaan ingin lebih dari sekadar teman dirasakan Austin.

Setiap tahunnya Austin tahu dia dan Esther berpergian 100 ribu mil jauhnya dari rumah. Dan Starbucks seringkali menjadi rumah kedua mereka. Oleh karena itulah beberapa tahun setelah bertemu pertamakali di 2008, dia 'menembak' Esther. Pada saat itu Austin baru saja pulang dari sebuah pekerjaan di Afrika. Dia pun harus transit di Bandara Schipol, Amsterdam. Dia kemudian sadar kalau beberapa hari lagi, Esther akan melewati bandara yang sama.

Austin kemudian meninggalkan sebuah kertas catatan berisi perasaan cintanya yang disembunyikannya di Starbucks yang ada di Bandara Schipol, Amsterdam. Dia tak lupa mengirimkan pesan pada Esther yang berisi petunjuk untuk menemukan kertas catatan tersebut. Tidak lama setelahnya, Austin dan Esther menjalin cinta.

Selama menjalin asmara, Austin berkali-kali meninggalkan pesan cinta yang disembunyikannya di kedai Starbucks yang ditemuinya di berbagai bandara yang juga akan dilewati Esther. Entah catatan itu disembunyikannya di bawah meja atau di dalam bantal kursi.

"Pesan dari Austin selalu berisi kata-kata yang membuatku merasa spesial. Sedangkan catatanku untuk Austin seringkali berisi pujianku betapa dia sangat luar biasa," kata Esther seperti dikutip dari situs Starbucks.
Austin yang melamar Esther di Starbucks. Austin yang melamar Esther di Starbucks. Foto: Dok. Instagram Esther Havens

Setelah enam tahun pacaran, Austin memutuskan dia akan membuat satu pesan rahasia yang sudah lama diinginkannya yaitu pesan untuk meminta Esther menikahinya. Sebuah skenario pun disiapkan Austin. Dia akan melamar Esther di Bandara Schipol, Amsterdam, salah satu bandara tersibuk yang banyak menyimpan memori cinta mereka.

Dia tahu Esther akan tiba dari Tanzania pada pukul 07.10 di Bandara Schipol. Dia pun mengatakan pada Esther, sebuah catatan tertulis darinya sudah menunggu di Starbucks bandara tersebut. Namun yang Esther tidak tahu, bukan hanya catatan tertulis saja yang menunggunya, Austin sendiri dan orangtua serta adik wanita itu juga ada di sana.

Austin meminta bantuan barista Starbucks untuk memuluskan rencananya melamar Esther ini. Dia menyerahkan ponselnya pada seorang barista agar bisa merekam momen bahagianya. Dia juga menaruh sebuah ponsel di dalam kantung Starbucks yang sudah dilubanginya untuk merekam adegan yang tidak bisa diambil sang barista.

Rencana Austin nyaris saja gagal saat Esther mengirimkan pesan teks padanya. "Aku tidak bisa sampai ke sana hari ini karena aku berada di sisi bagian keamanan yang salah," begitu isi pesan Esther.

Austin kemudian buru-buru berlari ke bagian tengah bandara dengan harapan bisa bertemu Esther di pintu keluar. Namun saat berjalan ke sana, tiba-tiba saja Esther mengirimkan pesan teks lagi yang mengatakan bahwa dia berhasil melewati bagian keamanan dan menuju Starbucks untuk mengambil catatan dari Austin.

Lagi Austin buru-buru berlari ke arah Starbucks, tempat semula dia berencana melamar Esther. Beruntung dia tiba lebih dulu dari kekasihnya. Tidak lama kemudian Esther pun tiba. Dia langsung menuju tempat duduk yang sebelumnya sudah diberitahu Austin bahwa di sana ada pesan darinya.

Saat menemukan pesan cinta dari Austin dengan tambahan catatan menyuruhnya berjalan ke bar dan memesan minuman, dia kemudian melihat sosok pujaan hatinya. Austin sudah ada di sana, dalam posisi bersimpuh dan memegang sebuah buket bunga serta cincin. Lamaran pernikahan sang kekasih yang super romantis itu tentu saja diterimanya.

Pasangan berbahagia ini belum menentukan tanggal pernikahan mereka. Namun mereka sudah berencana akan menggelar pernikahan di sebuah lokasi yang unik. (eny/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com