Selasa, 20/06/2017 16:13 WIB

Zayn Malik Bicara Soal Dibesarkan Secara Islam Hingga Aksi Terorisme

Rahmi Anjani - wolipop
Zayn Malik Bicara Soal Dibesarkan Secara Islam Hingga Aksi Terorisme Foto: Kevin Winter
Jakarta - Zayn Malik sudah lama diketahui memeluk agama Islam. Hal itu memang sudah bisa ditebak melihat wajah serta namanya. Penyanyi asal Inggris itu pun pernah sesekali mengucapan selamat Ramadan hingga Idul Fitri di akun media sosial. Namun meski seorang muslim, pelantun lagu I Don't Wanna Live Forever ini mengaku tidak mempraktekkan ajaran agama tersebut di keseharian.

Kekasih Gigi Hadid itu pun mengatakan memang dibesarkan secara Islam. Ayahnya yang keturunan Pakistan adalah pemeluk Islam dan ibunya adalah seorang mualaf. Dengan latarbelakangnya itu, Zayn mengaku bangga sekaligus bertanggungjawab.

"Aku merasa bangga dan bertanggungjawab dalam hal aku adalah yang pertama (sukses), dari latarbelakangku (Inggris Pakistan/Islam). Aku saat ini tidak mempraktekkan (ajaran agama Islam) tapi aku dibesarkan dengan agama Islam jadi itu akan selalu ada dalam diriku dan aku sangat mengenali budayanya. Tapi aku adalah aku. Aku tidak mau didefinisikan oleh agamaku atau latar belakang kulturku," ungkapnya pada Standard.

Beberapa waktu ini, Islam sering dikaitkan dengan aksi terorisme. Pemeriksaan pun kerap diperketat untuk mereka yang diketahui memeluk agama tersebut. Zayn ternyata pernah mengalaminya. Ketika mendarat di Amerika Serikat untuk pertamakalinya, pria 24 tahun sempat diinterogasi oleh pihak keamanan bandara hanya karena nama dan etnisnya.

"Ketika pertama kali datang ke Amerika, aku melewati pemeriksaan keamanan tiga kali sebelum naik pesawat, pertama mereka mengatakan aku dipilih secara acak, lalu mereka berkata itu ada hubungannya dengan namaku, itu memicu sesuatu dalam sistem mereka," kata Zayn.

"Kemudian ketika aku mendarat, itu seperti film. Mereka menahanku selama tiga jam, menanyakanku soal hal-hal gila. Aku waktu itu berusia 17 tahun, pertamakali di Amerika, jet lag dari pesawat, bingung. Hal yang sama terjadi padaku setelahnya," tambahnya.

Zayn pun mengaku mengerti dengan semua pemeriksaan tersebut karena situasi yang memang mengharuskan. Apalagi di negaranya, aksi terorisme sudah terjadi beberapa kali. Namun yang Zayn tidak mengerti adalah para radikalis muda Inggris yang mendukung atau terlibat dalam terorisme.

"Aku tidak tahu bagaimana menjelaskan secara psikologi mengapa orang melakukannya. Dan aku tidak tahu cara mengatasinya. Aku hanya berharap orang punya lebih banyak cinta dan kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama manusia," tutur mantan personel One Direction itu. (ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com