Jumat, 16/06/2017 11:50 WIB

Cerita Trifty, Hijabers Cantik Asal Indonesia Puasa 19 Jam di Inggris

Arina Yulistara - wolipop
Cerita Trifty, Hijabers Cantik Asal Indonesia Puasa 19 Jam di Inggris Foto: Dok. Trifty Qurrota Aini
Jakarta - Di Indonesia, biasanya kita berpuasa selama kurang lebih tiga belas jam. Tidak untuk di Inggris, waktu berpuasa jauh lebih lama dari di Indonesia. Seperti pengalaman salah satu hijabers Indonesia yang kini sedang menempuh pendidikan di Inggris, Trifty Qurrota Aini.

Saat dihubungi Wolipop, Trifty berbagi pengalamannya berpuasa di Inggris. Menurutnya banyak sekali perbedaan antara puasa di Indonesia dan Inggris. Yang paling terasa adalah waktu berpuasa dua kali lebih panjang daripada di Indonesia.
Cerita Trifty, Hijabers Cantik yang Puasa 19 Jam di InggrisJadwal puasa di Newcastle, Inggris. Foto: Dok. Trifty Qurrota Aini

Mahasiswi Northumbria University, Newcastle, Inggris, itu mengatakan bahwa jadwal imsak dan berbuka puasa sangat berbeda dengan Indonesia. Jika di Indonesia imsak atau Subuh sekitar pukul 04.30, di Newcastle pukul 02.49. Namun bukan berarti jadwal berbuka puasanya maju tapi justru lebih lama.

Baca juga: Hijabers Cantik Asal Indonesia Ikut Demo Anti Trump di Inggris

Di Indonesia matahari terbenam dan waktu salat Magrib sekitar pukul 17.50 namun di Newcastle, ia baru bisa berbuka puasa sekitar pukul 21.30. Belum lagi jadwal salat tarawih yang baru berlangsung tengah malam. Ini menjadi kesulitan tersendiri yang dialami Trifty karena pertamakali puasa di Inggris.

"Kesulitannya sih mungkin penyesuaian jamnya saja ya. Dan tarawih di Inggris baru dimulai jam 23.30. Jadi jarak antara selesai salat tarawih dan sahur sangat dekat. Mayoritas warga muslim di Newcastle, termasuk saya tidak tidur sejak berbuka hingga sahur karena khawatir terlewat sahur dan shalat subuhnya," cerita Trifty kepada Wolipop saat dihubungi melalui email dan Whatsapp, Kamis (16/6/2017).




Melihat foto yang dikirimkan oleh Trifty, pukul 20.30 suasana di sekitar Newcastle masih terlihat terang. Trifty mengatakan kalau cuaca mulai gelap pada pukul 21.30 saat berbuka.
Cerita Trifty, Hijabers Cantik yang Puasa 19 Jam di InggrisSuasana di Newcastle, Inggris, sebelum buka puasa sekitar pukul 20.30. Foto: Dok. Trifty Qurrota Aini

Wanita berusia 27 tahun ini juga bercerita kalau kini di Newcastle sedang musim panas. Akan tetapi udaranya tetap sejuk sehingga tak menjadi kendala yang signifikan untuk orang berpuasa. Aktivitas masyarakat di Inggris juga berjalan seperti biasa tidak ada pengurangan jam kerja maupun perbedaan khusus selama Ramadan

Meski demikian, wanita berdarah Sunda ini menikmati berpuasa di Inggris. Banyak pengalaman berkesan selama Ramadan di Inggris yang tak dirasakannya ketika berada di Indonesia. Seperti bisa berbuka puasa dengan banyak orang dari berbagai negara dan mencicipi makanan khas dari masing-masing negara.
Cerita Trifty, Hijabers Cantik yang Puasa 19 Jam di InggrisFoto: Dok. Trifty Qurrota Aini

"Selama bulan Ramadhan menu berbuka puasa disediakan secara gratis oleh semua masjid di Newcastle, termasuk masjid tempat saya biasa berbuka puasa. Menu berbukanya berasal dari berbagai negara, karena warga muslim di sini memiliki latar belakang negara dan budayanya beragam. Misalnya saja, saya pernah berbuka dengan sup dari Algeria, ikan dari negara-negara Afrika, nasi dari Timur Tengah, takjil India dan Bangladesh, dan masih banyak lagi," tambah Trifty.

Baca juga: Pangeran Harry Makan Kurma Saat Buka Puasa dengan Muslim Singapura

Berbicara soal makanan, wanita yang berprofesi sebagai jurnalis di Indonesia itu mengatakan kalau sahur dan berbuka puasa biasanya ia dan teman-teman masak sendiri. Kalau sedang kumpul dengan teman-teman dari Indonesia maka mereka memilih masak makanan Indonesia walaupun terkadang ada beberapa bahan yang tidak tersedia di Newcastle.
Cerita Trifty, Hijabers Cantik yang Puasa 19 Jam di InggrisFoto: Dok. Trifty Qurrota Aini

Jika tidak masak sendiri, Trifty mengatakan tak sulit menemukan toko halal di Newcastle. Ia menuturkan ada beberapa supermarket bertemakan Ramadan sehingga menjual banyak makanan halal dan khas puasa. Seperti salah satu supermarket besar yang dijumpainya yakni Morrison. Toko swalayan ini memasang dekorasi Ramadan untuk menghormati warga Newcastle yang muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

"Yang jual makanan khas buka puasa adalah beberapa swalayan dan toko halal di Newcastle. Toko-toko halal banyak terdapat di sebuah wilayah berpenduduk mayoritas muslim di Newcastle, namanya Fenham. Tapi ada juga swalayan bernuansa Ramadan di wilayah selain Fenham yang berdekatan dengan pusat kota, yang menjual makanan berbuka seperti kurma dengan dekorasi Ramadan. Nama swalayannya Morrison, dia swalayan besar di Inggris. Cukup senang ada salah satu swalayan besar di Inggris yang ikut merayakan Ramadhan. Lokasinya kebetulan berdekatan dengan rumah saya di Heaton, Newcastle," ujarnya lagi.
Toko Morrison bertema Ramadan di InggrisToko Morrison bertema Ramadan di Inggris Foto: Dok. Trifty Qurrota Aini
Kurma di toko bertema RamadanKurma di toko bertema Ramadan Foto: Dok. Trifty Qurrota Aini

Selain mencoba mencicipi makanan khas dari banyak negara saat buka puasa, Trifty menikmati waktu berbincang-bincang soal kehidupan muslim di tempat asal masing-masing. Ia juga rajin mengikuti kelas tafsir Al Quran dan berbagi pengalaman dengan teman-teman muslim di Inggris.

"Hal ini juga kesempatan baik untuk saya bercerita tentang Indonesia kepada mereka. Banyak juga yang bertanya tentang Indonesia. Sehingga Ramadan kali ini saya belajar banyak tentang budaya dari berbagai negara. Saya juga belajar memperdalam ilmu agama, di sini lah saya banyak mengetahui ilmu baru tentang fiqih Eropa. Belajar banyak tentang kajian agama Islam dari ulama-ulama Eropa. Banyak sekali hikmah yang saya dapatkan dengan menjalankan Ramadan di Inggris," kata Trifty.

(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com