Rabu, 07/06/2017 19:21 WIB

Deplu AS Minta Aktivis yang Investigasi Pabrik Ivanka Trump Dibebaskan

Hestianingsih - wolipop
Deplu AS Minta Aktivis yang Investigasi Pabrik Ivanka Trump Dibebaskan Ivanka Trump. Foto: Getty Images
Jakarta - Dua pria hilang, dan satu lainnya ditahan polisi karena berusaha menyelidiki pelanggaran yang dibuat oleh perusahaan manufaktur yang juga memproduksi produk brand Ivanka Trump. Belakangan, mereka diketahui sebagai aktivis buruh.

Kini Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mendesak kepolisian China untuk membebaskan mereka. Hal itu diungkapkan Alicia Edwards, juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

"Kami mendesak China untuk segera membebaskan mereka jika tidak lakukanlah peradilan dan persidangan yang sepantasnya sesuai yang disangkakan," ujar Alicia, seperti dikutip dari New York Times.

Menurut Alicia, investigasi yang dilakukan para aktivis terhadap praktik perburuhan di luar negeri membantu perusahaan-perusahaan Amerika untuk mengetahui isu atau masalah yang terjadi pada jaringan pasokan produk mereka.

"Hal ini bisa jadi sangat penting dalam memenuhi kewajiban mereka dan menjaga perusahaan China agar bertanggungjawab di bawah aturan perburuhan China," tambahnya.

Salah seorang aktivis tertangkap saat sedang melakukan investigasi di perusahaan Ganzhou Huajian International Shoe City di Ganzhou dan Dongguan --yang juga memproduksi brand sepatu Ivanka Trump-- bulan lalu. Ia lalu ditahan sementara dua investigator lainnya dilaporkan hilang. Belakangan, ketiganya diketahui berada di pusat penahanan di provinsi Jiangxi, China.

Para aktivis sebelumnya bekerja untuk China Labor Watch, organisasi berbasis di AS yang bertugas melindungi hak-hak para pekerja China. Organisasi ini bertujuan melaporkan jika ada temuan-temuan yang mengindikasikan perlakuan tidak menyenangkan atau penganiayaan terhadap pekerja.

Sejak dinyatakan hilang dua bulan lalu, China Labor Watch telah mengeluarkan penyataan yang isinya mendesak Presiden Donald Trump dan putrinya, Ivanka Trump untuk buka suara dan turut mengusahakan pembebasan ketiga aktivis.

"Lebih dari 17 tahun terakhir, China Labor Watch telah melakukan investigasi di ratusan perusahaan di China. Ini pertamakalinya investigator kami ditahan sebagai kriminal," demikian tertulis dalam pernyataan yang dilayangkan China Labor Watch pada 31 Mei 2017, seperti dikutip dari Glamor.

Ketiga aktivis tersebut dituduh telah melakukan pengawasan terhadap pabrik secara ilegal. Namun menurut China Labour Watch, tuduhan itu tidak berdasar fakta. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com