Selasa, 16/05/2017 16:43 WIB

Cara Unik Hijabers AS Lawan Islamophobia: Undang Tetangga Makan di Rumah

Arina Yulistara - wolipop
Cara Unik Hijabers AS Lawan Islamophobia: Undang Tetangga Makan di Rumah Foto: Instagram @amanda.saab
Jakarta - Banyak hijabers yang mencari cara untuk meredakan Islamophobia ketika mereka tinggal di negara minoritas Islam. Salah satunya Amanda Saab yang kemudian menjadi sorotan karena cara uniknya untuk meredakan Islamophobia. Wanita asal Detroit itu memang sudah banyak diberitakan media massa karena berkompetisi di Fox's 'MasterChef. Amanda merupakan wanita muslim berhijab pertama yang mengikuti kompetisi tersebut.

Wanita yang juga dikenal sebagai blogger ini kembali menjadi sorotan karena berusaha melawan Islamophobia melalui masakannya. Ia bersama suaminya, Hussein, selama lebih dari setahun mengundang banyak orang makan malam di rumahnya. Tidak hanya para kerabat, rekan kerja, atau teman dekat, ia juga mengajak banyak tetangga serta orang asing untuk makan malam di rumahnya.
Cara Unik Hijabers AS Lawan Islamophobia: Undang Tetangga Makan di RumahFoto: Instagram @amanda.saab

Bagaimana bisa makan malam membantu untuk meredakan Islamophobia? Sebenarnya bukan makan malam biasa namun Amanda selalu membuka percakapan terbuka tentang Islam. Ia juga senang berdiskusi mengenai rasanya menjadi muslim di Amerika Serikat saat ini. Tujuan dari makan malam ini memang untuk menciptakan hubungan baru, membuka percakapan tentang iman, dan memberikan kesempatan kepada para tetangga untuk menanyakan apa pun yang mereka inginkan mengenai Islam.

Ide makan malam ini diakui Amanda tercetus ketika ia melihat berita yang menggambarkan Islam secara negatif. Kemudian ia merasa harus bertindak, satu aksi kecil diharapkan bisa membantu meredakan Islamophobia. Dengan hobi masaknya, Amanda pun ingin menunjukkan bahwa Islam itu ramah dan terbuka. Ia juga berkampanye lewat hashtag #DinnerWithYourMuslimNeighbor.
Cara Unik Hijabers AS Lawan Islamophobia: Undang Tetangga Makan di RumahFoto: Instagram @amanda.saab

Makan malam pertama dimulai pada Januari 2016 bersama rekan kerja, teman, dan beberapa orang asing di rumahnya. Mereka memiliki latar belakang dan agama berbeda-beda. Amanda dan suami mengaku menikmati diskusi soal muslim sambil makan malam dengan berbagai karakter orang.

"Bagi kami, secara kulitural dan religius, sangat penting bersikap ramah dan memperlakukan orang lain dengan hormat. Jadi kita mulai bersikap ramah dengan kebutuhan utama setiap orang yakni makanan, namun kita tidak hanya memberi makan perut kita tapi juga memberikan 'nutrisi' pada pikiran kita," ujar Amanda kepada NBC News.





(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177