Selasa, 16/05/2017 14:22 WIB

5 Aturan Bekerja Ketika Menikah dengan Teman Sekantor

Kiki Oktaviani - wolipop
5 Aturan Bekerja Ketika Menikah dengan Teman Sekantor Foto: Thinkstock
Jakarta - Jenis pekerjaan apapun yang dilakukan bersama suami; bekerja dari rumah, memiliki bisnis bersama atau kerja di kantor yang sama memiliki keuntungan dan tantangannya tersendiri.

Di satu sisi, kamu bisa bertemu dengan pasangan sepanjang hari. Ketika Anda membahas pekerjaan dengan pasangan, dia tak hanya mengetahui etos kerja Anda tapi juga karakter Anda yang lebih mendalam.

Di sisi lain, memisahkan perasaan antara sebagai pasangan dan rekan kerja menjadi tantangan tersendiri. Belum lagi jika di rumah terjadi pertengkaran dengan suami, tapi esok harinya Anda harus meeting dan menuangkan ide bersamanya.

Kini, bekerja dengan pasangan tengah menjadi isu hangat. Lantaran banyak perusahaan yang memberikan peraturan larangan bekerja di bawah satu perusahaan dengan pasangan. Sejumlah karyawan swasta kemudian membawa kasus tersebut ke ranah hukum dan meminta perusahaan membebaskan peraturan yang menyoal masalah hubungan darah dan perkawinan di tempat kerja.

Jika Anda salah satu orang yang setuju dengan tuntutan sejumlah karyawan itu, maka harus disadari aturan-aturan bekerja ketika menikah dengan teman sekantor. Ini tipsnya:

1. Pisahkan Antara Rumah dan Kantor
Rumah dan kantor merupakan tempat yang berbeda, dinamikanya pun tak sama. Anda perlu cerdas dalam mengubah 'mode' di mindset Anda ketika berada di rumah dan di kantor. Ketika sudah berada di kantor, singkirkan segala ketidaksepahaman Anda pada suami Anda saat di rumah. Begitu juga ketika terjadi perdebatan di kantor, tidak perlu lagi dibawa ke rumah. Profesionalisme sangat dijunjung tinggi ketika menyangkut pekerjaan.

"Anda harus pintar memisahkan antara pekerjaan dan rumah tangga. Anda tidak bisa pulang ke rumah dengan menimbun perselisihan. Anda perlu meninggalkannya di kantor," ujar Justin Lee yang Mendirikan website Internprofits dengan sang istri, seperti dikutip dari Fortune.

2. Hindari Sering Berduaan dengan Pasangan di Area Kantor
Jika tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan sebaiknya hindari berduaan dengan suami saat di kantor. Ini bisa mengurangi profesionalisme Anda dan pasangan di mata bos atau anak buah. Meski kantor Anda tidak ada larangan menikah dengan rekan kerja, namun bukan berarti kemesraan bisa ditunjukkan di kantor.

3. Tidak Ada Panggilan Sayang di Kantor
Poin ini juga penting untuk diperhatikan. Jika ingin membangun profesionalisme, sebaiknya tidak menggunakan panggilan sayang untuk pasangan saat di kantor. Waspada akan hal ini karena panggilan sayang Anda untuk suami bisa menjadi bahan olok-olokan dengan rekan kerja lainnya.

4. Tidak Mengerjakan Pekerjaan Pasangan
Berada di divisi yang sama dengan suami memungkinkan pekerjaan Anda dan dia tak jauh berbeda. Tapi bukan berarti Anda bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Mungkin Anda hanya ingin meringankan pekerjaan suami, tapi ini membuat profesionalisme jadi berkurang. Kembali ke poin pertama sebaiknya Anda dan pasangan benar-benar harus memisahkan antara rekan kerja dan sebagi istri. Berbagi ide atau masukan tidak dilarang, tapi bukan mengerjakan tugas pasangan atau sebaliknya.

5. Minta Bekerja di Departemen atau Divisi yang Berbeda
Jika Anda dan pasangan bekerja sudah sangat dekat, Anda bisa memisahkan diri dengan meminta pindah ke departemen atau divisi lain. Selain bisa lebih profesional, tujuan lainnya untuk bisa sama-sama lebih mengembangkan karier. Jika Anda berada di divisi, posisi dan pekerjaan yang sama, maka karier Anda atau pasangan bisa tersendat karena biasanya promosi hanya diberikan untuk satu orang. (kik/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177