Selasa, 16/05/2017 13:45 WIB

Penelitian Membuktikan Belanja Tidak Bisa Bikin Orang Bahagia

Rahmi Anjani - wolipop
Penelitian Membuktikan Belanja Tidak Bisa Bikin Orang Bahagia Foto: Thinkstock
Jakarta - Orang bilang uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Namun uang biasanya dapat membuat kita merasa sedikit lebih senang ketika dipakai untuk berbelanja. Tapi apakah kesenangan yang ditimbulkan saat membeli barang adalah perasaan sebenarnya? Karena menurut penelitian terbaru, berbelanja justru terbukti tidak bisa membuat orang bahagia.

Riset yang dilakukan Greenpeace pada responden di China, Hong Kong, Taiwan, Italia, dan Jerman tersebut mengupkap fakta menarik. Menurut hasil studi, berbelanja maraton yang biasa dilakukan untuk melepas stres justru diikuti dengan perasaan-peraaan negatif setelahnya seperti kehampaan, bersalah, hingga malu. Karenanya, membeli barang-barang tidak bisa dibilang dapat membuat orang senang.

Penelitian Membuktikan Belanja Tidak Bisa Bikin Orang BahagiaFoto: Thinkstock
Tak munafik jika memang ada perasaan puas saat berbelanja apalagi busana. Kebanyakan responden pun mengatakan jika kebahagiaan masih terasa sehari setelahnya. Tapi setelah itu, sepertiga responden merasa kosong setelah kegembiraan akan berbelanja menghilang. Jadi, meski terasa menyenangkan, kebahagiaan karena belanja tidak berlangsung lama.

Penelitian ini pun mengungkap alasan-alasan orang berbelanja. Menurut riset, orang membeli suatu barang bukan berarti karena membutuhkan. Tapi ada alasan-alasan emosional, seperti ingin melepas stres, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan status, mau bersenang-senang, hingga menghabiskan waktu bersama teman.

Belanja maraton pun bukan hanya berakibat buruk bagi kesehatan mental pelakukanya namun juga lingkungan. Diketahui jika terlalu sering membeli busana bisa menimbulkan pemborosan yang merusak lingkungan. Banyak pula responden yang mengakui punya terlalu banyak busana bahkan baju baru yang belum pernah dipakai.

Penelitian Membuktikan Belanja Tidak Bisa Bikin Orang BahagiaFoto: Thinkstock
"Orang mulai menyadari mereka terperangkap dalam siklus murah yang tidak memuaskan, tren fashion yang mudah berganti, dan overkomsumsi mereka tidak membawa kebahagiaan panjang," kata pemimpin proyek Kristen Brodde dilansir Fashion United.

Apa yang mendorong orang punya banyak baju? Menurut survei cukup banyak responden yang terinspirasi dari media sosial. Ada pula yang tertekan dengan orang-orang sekitar, terpengaruh endorsement selebriti, sampai diskon. Jika sudah begini apa solusinya?

"(Belilah) busana yang diproduki dengan baik yang kita benar-benar sukai dan hargai, itu yang membuat kita senang," ungkap Kristen.

Penelitian Membuktikan Belanja Tidak Bisa Bikin Orang BahagiaFoto: Thinkstock
(ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com