Jumat, 12/05/2017 12:50 WIB

6 Hal Ajaib yang Akan Terjadi Jika Anda Kurangi Gula Tiap Hari

Rista Adityaputry - wolipop
6 Hal Ajaib yang Akan Terjadi Jika Anda Kurangi Gula Tiap Hari Foto: iStock
Jakarta - Mengatur asupan gula memang tidak mudah. Apalagi melihat berbagai jenis produk makanan dan minuman yang semakin bervariasi saat ini. Rasanya cukup sulit untuk memprediksi berapa kandungan gula sebenarnya dalam daftar kandungan gizi sebuah produk karena ada juga produk yang ternyata mengandung lebih dari jumlah gula yang dituliskan.

American Heart Association merekomendasikan asupan gula sebanyak tidak lebih dari enam sendok teh sehari untuk wanita. Untuk pria, asupan gula harus dibatasi hingga maksimal sembilan sendok teh sehari. Jadi, seseorang memang harus berhati-hati dalam mengonsumsi gula tambahan.

Dengan mengurangi asupan gula, keuntungan apa saja yang bisa didapatkan? Sangat banyak. Mulai dari peremajaan kulit hingga kesehatan organ dalam. Berikut enam hal yang terjadi jika Anda rajin mengatur asupan gula setiap hari.

1. Terlihat Lebih Muda
Beberapa studi menyebutkan bahwa gula dalam darah (dipengaruhi oleh jumlah gula yang dikonsumsi), akan membentuk efek domino molekuler yang disebut glikasi dan akan membuat kulit kurang kencang dan elastis. Dengan mengurangi asupan gula, tanda-tanda penuaan bisa berkurang sehingga wajah menjadi lebih kencang dan kerutan halus lebih tersamarkan atau bahkan hilang sama sekali.

2. Lemak Perut Berkurang
Lemak perut biasa disebut lemak viseral, yaitu lemak bagian dalam tubuh yang terbentuk di sekitar organ-organ vital tubuh, seperti pankreas, hati, atau usus. Memiliki lemak perut berlebihan terbukti berbahaya dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Sayangnya, mengurangi lemak perut cukup sulit. Jadi, lebih baik mencegahnya bertambah banyak dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi. Dikutip dari People, hasil dari penelitian tahun 2016 yang dilakukan Framingham Heart Study pada lebih dari seribu orang menunjukkan bahwa lemak perut akan semakin meningkat seiring dengan banyaknya minuman manis yang dikonsumsi.

3. Lebih Bersemangat
Gula tambahan yang sering ditemukan dalam makanan dan minuman kemasan atau dalam menu sehari-hari merupakan karbohidrat sederhana yang dapat dicerna dengan cepat. Setelah dicerna dengan cepat, energi akan terbentuk dan bisa meningkatkan semangat dengan cepat. Sayangnya, hal itu tidak diseimbangi dengan ketahanan energi yang baik. Setelah dilepaskan, energi akan langsung menurun.

Ketika Anda butuh energi dengan cepat, ganti asupan makanan yang mengandung gula dengan makanan yang mengandung protein atau lemak baik, seperti kacang almond. Kandungan tersebut akan lebih lama dicerna sehingga aliran energi lebih stabil dan mantap.

4. Risiko Obesitas Berkurang
Sebuah studi epidemiologi menunjukkan bahwa konsumsi gula mempengaruhi penambahan berat badan. Didukung pula sebuah studi yang melihat data dari 75 negara di antara tahun 1997 sampai 2010 memperlihatkan bahwa konsumsi soft drink yang meningkat sebanyak 1% berhubungan dengan penambahan 4,8% orang yang kelebihan berat badan dan 2,3% orang yang obesitas.

Soft drink memang berperan besar dalam peningkatan gula di tubuh. Per satu sendok makan gula sudah mengandung 16 kalori, sedangkan gula tambahan dalam produk makanan atau minuman di luar sana sering melebihi batas maksimal. Diet bisa berantakan jika tidak bisa membatasi konsumsi gula. Kalori yang tidak dibutuhkan dari gula bahkan bisa membentuk lemak berbahaya di tubuh, khususnya sekitar perut.

5. Kesehatan Jantung Meningkat
Dilansir oleh People, sebuah studi dari The Journal of the American Medical Association di tahun 2014 memperlihatkan bahwa orang yang mengonsumsi asupan gula lebih tinggi, tepatnya lebih dari 21% dari jumlah total kalori, akan meningkatkan risiko penyakit jantung dua kali lipat lebih banyak. Selain itu, mereka juga akan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang menjaga asupan gula 8% dari jumlah total kalori.

Meski memiliki berat tubuh ideal, konsumsi gula yang tidak diatur tetap bisa meningkatkan risiko penyakit tersebut. Dengan mengatur asupan gula, jantung akan lebih sehat dan bisa menjaga energi kamu tetap terjaga dari pagi hingga Anda selesai beraktivitas.

6. Risiko Diabetes Tipe 2 Berkurang
Asupan gula yang dibatasi akan memudahkan Anda mengurangi jumlah gula darah dalam tubuh sehingga risiko diabetes tipe 2 secara langsung juga akan menurun. Hal ini juga berhubungan dengan risiko obesitas dan penyakit jantung dalam poin 4 dan 5.

Pola makan tinggi gula memang sangat tidak direkomendasikan. Hal itu didukung oleh studi dari Universitas Stanford di 2014 pada 175 negara yang menunjukkan bahwa semakin banyak gula yang tersedia dalam sebuah populasi, semakin tinggi pula tingkat diabetes yang dimiliki oleh negara tersebut. Tidak hanya diabetes, makanan atau minuman tinggi gula akan membentuk lemak perut yang menghalangi tubuh untuk membentuk insulin.


(eny/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com