Rabu, 10/05/2017 14:45 WIB

Survey: Orang Indonesia Hobi Curhat Tapi Takut Ngomong Politik di Medsos

Anggi Mayasari - wolipop
Survey: Orang Indonesia Hobi Curhat Tapi Takut Ngomong Politik di Medsos Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Semua manusia terlahir sebagai makhluk sosial dan memiliki kebutuhan untuk saling terkoneksi. Baru-baru ini survey yang dilakukan oleh Personal Growth dan SariWangi terhadap 531 koresponden, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki hobi berbicara, mengobrol dan sharing. Dalam survey tersebut 8 dari 10 orang Indonesia memiliki hobi cerita.

"Angkanya 76 persen lebih masyarakat Indonesia memang hobi sharing, kita bisa lihat saja di sosial media. Ternyata memang sharing menjadi personal atitude. Cerita dengan siapapun termasuk ke setiap orang yang baru bertemu," kata Ratih Ibrahim, Psikolog anak dan keluarga dalam acara kampanye Lebih Berani Bicara SariWangi di kawasan SCBD, kemarin (9/5/2017).

Namun meski masyarakat Indonesia sangat suka bercerita di media sosial maupun saat bertemu, tingkat keterbukaan dan kualitas isi cerita yang dalam sangat lemah. Sebanyak 3 dari 5 koresponden tidak cukup mampu untuk mengungkapkan isi hati. Mereka kurang dapat menceritakan pengalaman negatif tentang diri dan hal-hal yang bertentangan.

"Alasannya mereka ingin menghindari konflik, mereka berpikir untuk lebih berhati-hati. Aduh nanti kalau berantem gimana ya, nanti kalau aku ngomongin ini terus suami nggak ngasih izin gimana ya," papar Ratih.

Selain itu ada juga beberapa topik yang sulit untuk dibicarakan orang Indonesia meskipun pembicaraan dilakukaan secara tatap muka, di antaranya mengenai perawakan tubuh atau body image, sikap dan pandangan pribadi, serta selera dan ketertarikan pribadi.

"Saat pasangan menyuruh olahraga karena badan istrinya gemuk, pilihan kepala daerah, tentang mertua, pengaturan uang, dan pilihan makanan seperti itu bisa menjadi masalah," jelas Ratih

Padahal berani bicara tentang hal sulit secara mendalam dapat membangun relasi yang hangat dan intim. Jika seseorang dapat berbicara sampai bagian pribadi akan membuatnya merasa lega. Memiliki pembicaraan yang mendalam dapat berperan meningkatkan kebahagiaan dan mengurangi risiko depresi. Selain itu bercerita mengenai hal sulit dapat membuat pribadi yang lebih sehat juga.

"Depresi terjadi ketika orang teralineasi dari hidupnya sendiri, ngumpet sendiri dan terbenam dalam kesepian serta kesendirian. Lets talk dengan mampu sharing dapat membuat pribadi menjadi sehat secara kejiwaan," tutur Ratih. (agm/agm)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com