Jumat, 21/04/2017 17:00 WIB

Merusak Makeup dan Di-posting di YouTube Jadi Tren Ngevlog Baru?

Rista Adityaputry - wolipop
Merusak Makeup dan Di-posting di YouTube Jadi Tren Ngevlog Baru? Foto: Instagram
Jakarta - Merusak makeup kini jadi 'tren baru' di dunia kecantikan. Alih-alih memberi tutorial makeup atau review produk, sejumlah beauty vlogger kini justru merusak kosmetik mereka untuk dijadikan tontonan. Menariknya, video pengrusakan ini ternyata banyak peminatnya.

Adalah Hailey dan Kat, beauty vlogger yang populer dengan destruction video atau video pengrusakan yang kerap mereka unggah di YouTube dengan jumlah subscriber lebih dari 60 ribu. Tidak main-main, makeup yang mereka hancurkan merupakan keluaran brand high-end seperti Jeffree Star, Anastasia Beverly Hills dan Chanel yang harganya bisa mencapai Rp 900-an ke atas per produk.

Beauty vlogger dengan nama channel Beauty News ini memiliki sesi khusus untuk seri video 'rusak-merusak' ini yang mereka namakan The Makeup Breakup. Dalam serial tersebut, Hailey dan Kat memperlihatkan beberapa alat makeup, seperti highlighter, eyeshadow, blush on, atau foundation.

Lalu, mereka akan menghancurkan makeup tersebut dengan peralatan logam seperti pisau runcing atau spatula. Anda akan melihat bagaimana palet-palet eyeshadow dihancurkan satu persatu hingga menjadi bubuk, kemudian dituang di atas kertas. Video pengrusakan eyeshadow merek Anastasia Beverly Hills ini sudah ditonton lebih dari 250 ribu.

Meski terlihat main-main, Hailey dan Kat sebenarnya tidak sekadar menghancurkan makeup. Ada tujuan di balik penghancuran eyeshadow mahal itu. Setelah dihancurkan, mereka akan menempatkan eyeshadow yang sudah berbentuk bubuk itu ke dalam sebuah cawan. Setelah palet kosong, mereka akan menimbang beratnya.
Foto: Instagram

Dilansir dari Teen Vogue, keduanya mengukur apakah berat produk sesuai dengan berat yang diklaim oleh merek tersebut. Misalnya, palet blush on Chanel Sunkiss Ribbon yang memiliki berat isi sebanyak 11 gram, namun sebenarnya memiliki berat hampir 13 gram setelah dibuka. Lain halnya dengan foundation Maybelline Fit Me yang diklaim memiliki berat 9 gram, namun berat sebenarnya hanya 6 gram. Ini bisa menjadi informasi yang berguna bagi para pencinta makeup untuk mengetahui nilai dari kosmetik yang telah mereka beli.

Apakah setelah itu produk akan tetap digunakan atau langsung dibuang? Tenang saja, setelah dihancurkan, mereka akan mencampurnya dengan sebuah cairan khusus agar bisa dipadatkan dan dikembalikan lagi ke kemasan aslinya. Dengan begitu, produknya bisa tetap dipakai.

"Jika kegiatan menghancurkan makeup kami sangat mengganggumu, mungkin kamu akan lebih baik mengetahui kenyataan kalau kami memadatkan hampir semuanya ke tempat masing-masing dan menggunakannya kembali," tulis keduanya di caption salah satu unggahan video mereka.

Penggemar video desruktif ini ternyata cukup banyak. Salah satu unggahan video pengrusakan highlighter dari Lancome, telah ditonton 587 ribu kali. Mereka juga menghancurkan lipstik untuk dites bagaimana produk itu bereaksi dengan tingkat pH kulit yang berbeda-beda. Lipstik tersebut kemudian diiris-iris dengan spatula. Video juga banyak ditonton dengan jumlah views 121 ribuan.

Dimulai sejak beberapa tahun lalu, video pengrusakan ini menjadi viral dan pertama kali diawali dengan ponsel. Kegiatan merusak ponsel menghiasi halaman media-media sosial, dari Instagram hingga YouTube. Setelah video pengrusakan ponsel viral, beberapa video pengrusakan lain pun mulai dilakukan. Beberapa diantaranya jam tangan, boneka Barbie, bola karet yang dihancurkan dengan alat hidrolik, hingga bola golf yang dihancurkan dengan blender.

Banyak penonton mengaku ada suatu kepuasan tersendiri ketika menonton video pengrusakan barang-barang tersebut. Permintaan untuk menghancurkan barang lain pun semakin meningkat, terutama barang-barang mewah yang berharga mahal. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com