Jumat, 21/04/2017 11:21 WIB

Kartini Masa Kini

Asma Nadia: Kalau Perempuan Bergerak Banyak Urusan Beres

Anggi Mayasari Violita Utami - wolipop
Asma Nadia: Kalau Perempuan Bergerak Banyak Urusan Beres Foto: Hasan/Detikcom
Jakarta - Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai wujud penghormatan atas perjuangan pahlawan nasional, Raden Ajeng Kartini. Ibu Kartini mampu menginspirasi dan membuktikan bahwa wanita Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berjuang mewujudkan cita-cita setinggi mungkin selayaknya pria.

Berkat Ibu Kartini kini muncul Kartini-Kartini baru yang ikut menginspirasi wanita lainnya untuk terus maju berkarya dan mengembangkan kualitas diri mereka. Seperti yang dilakukan Asma Nadia, seorang penulis novel dan cerpen Indonesia. Lewat karya-karyanya yang dituangkan dalam bentuk tulisan dan cerita inspiratif, Asma telah menulis sebanyak 53 buku, dan 10 novel yang ditulisnya ini telah diangkat ke dalam film layar lebar. Beberapa novel yang ditulisnya seperti Asalamualaikum Beijing dan Surga Yang Tak Dirindukan sukses mendapatkan atensi lebih di hati masyarakat Indonesia.

Asma Nadia: Kalau Perempuan Bergerak Banyak Urusan BeresFoto: Hasan/detikcom


Menyikapi tentang Kartini masa kini yang melanjutkan perjuangan Ibu Kartini, wanita kelahiran Jakarta 45 tahun lalu ini mengungkapkan jika gender di Indonesia sudah tidak dipermasalahkan lagi karena kini wanita di Tanah Air sudah sangat dibebaskan untuk diberi ruang berkarya. "Kita melihat ada bupati dan walikota perempuan, bahkan kita juga punya presiden perempuan. Cuma yang terpenting adalah tidak boleh ada ketidakadilan, tidak boleh ada penjara dalam tanda kutip untuk setiap perempuan," ungkap Asma Nadia di acara Women's Lounge: Kartini Masa Kini yang diadakan detikcom dan Bakmi Mewah di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017) malam.

Meneruskan perjuangan Ibu Kartini, pendiri Forum Lingkar Pena ini menuturkan agar dapat menyuntikkan keberanian perempuan Indonesia untuk berdaya dengan potensi yang bisa berbuat untuk banyak orang dan terhadap lingkungan sekitar. Tidak hanya berpikir untuk kesejahteraan diri dan keluarganya saja tetapi juga untuk orang lain.

Asma Nadia: Kalau Perempuan Bergerak Banyak Urusan BeresFoto: Hasan/detikcom


"Sedikitlah persoalan bangsa atau umat yang bisa kita taruh di pundak kita. Menjadi orang yang berpikir untuk menyelesaikan dan mengambil peran untuk itu. Misalnya dokter, kalau dia berpikir untuk bangsa dia akan berpikir bagaiamana bisa misalnya ada puskesmasn lebih banyak atau pengobatan gratis bagi yang tidak mampu. Dan saya yakin kalau perempuan bergerak banyak urusan beres," cerita Asma.

Penulis dan traveler yang telah menjelajah 61 negara ini juga berharap para Kartini masa kini bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi. Mengingat kemajuan teknologi dan informasi adalah hal yang sangat lumrah diakses pada zaman milenial, Kartini masa kini dapat dengan mudah membangun usaha menghasilkan pundi-pundi penghasilannya sendiri.

"Karena sekarang kalau mau usaha kan tinggal main BBM, tinggal main sosial media harusnya bisa. Kemudian yang kedua perempuan Indonesia berdaya kepada sesama menjadi sayap yang hangat tidak hanya bagi keluarga dia, tidak hanya bagi anak-anak dia, tapi juga bisa bagi anak-anak yang lain," ujarnya. (eny/eny)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177