Jumat, 21/04/2017 08:28 WIB

Zara Diktritik karena Rilis Baju Bergambar Kodok, Kenapa?

Daniel Ngantung - wolipop
Zara Diktritik karena Rilis Baju Bergambar Kodok, Kenapa? Foto: Zara
Jakarta - Zara lagi-lagi menuai kontroversi. Kali ini lantaran menjual rok denim yang berhiasakan Pepe the Frog, karakter kodok yang sempat viral karena sering dipakai kaum supremasi kulit putih di Amerika Serikat (AS).

Adalah Megan Fredette, netizen yang pertama kali mengangkat isu tersebut di Twitter. "Zara mencoba menjual rok P*pe the frog, tanpa mengetahui situasi saat ini," tulis Megan belum lama ini.

Setelah isu tersebut mengemuka menyusul kicauan Megan, rok tersebut langsung ditarik dari situs Zara di Inggris dan AS. Dalam pernyataan resminya, label asal Spanyol itu mengklarifikasi bahwa hiasan tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan karakter Pepe the Frog.

Dijelaskan, rok tersebut bagian dari koleksi Oil-On-Denim. Dijual terbatas, rok dirancang oleh seniman bernama Mario de Santiago atau dikenal Yimeisgreat.

"Mario selalu mengeksplor interaksi sosial dalam setiap karyanya, seperti dijelaskan langsung oleh sang seniman: 'Idenya datang dari sebuah lukisan di dinding yang kubuat bersama teman beberapa tahun lalu'," demikian bunyi pernyataan Zara.

Dikutip dari Today, Pepe the Frog merupakan karakter buatan Matt Furie yang pertama kali muncul pada 2005 di komik 'Boy's Club'. Seiring berjalannya waktu, kodok berwajah sedih dan berbibir tipis itu menjadi alat kaum rasis untuk menebarkan kebencian. Bahkan pada September lalu, Anti-Defamation League, lembaga yang aktif menebar pesan perdamaian, mendeklarasikan karakter tersebut sebagai simbol kebencian.

Sebelumnya, Zara juga pernah dikritik lantaran kampanye iklannya yang tersebar di Inggris dan Spanyol untuk promosi produk jeans denim Zara yang terbaru. Dengan slogan andalannya "Love Your Curves", Zara menyebarkan pesan mendalam mengenai imej positif tubuh.

Namun, ada satu yang mengganjal dari iklan itu. Dua model yang ikut tampil di samping tulisan tersebut berukuran kecil dengan bentuk tubuh yang lurus tanpa lekukan. Menurut para netizen, ini yang membuat kampanye body positivity yang dilakukan Zara dianggap gagal dan dijuluki sebagai marketing fail.

"Can I just say, this is nothing to with the models. It's the marketeers that have distorted their image," tulis salah seorang netizen yang menganggap bahwa ini bukan kesalahan dua model bertubuh langsing tersebut, namun dari pihak marketing Zara sendiri. (dng/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com