Kamis, 20/04/2017 17:43 WIB

Tiga Sayuran yang Bisa Buat Tubuh Jadi Gemuk

Rista Adityaputry - wolipop
Tiga Sayuran yang Bisa Buat Tubuh Jadi Gemuk Foto: Getty Images
Jakarta - Sayuran selalu dijadikan andalan dalam menu makanan bernutrisi seimbang, bahkan juga untuk menu makanan segala diet, dari diet paleo hingga food combining. Bukan kejutan lagi kalau sayuran memiliki kandungan serat dan vitamin tinggi.

Sayangnya, sebuah studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan sebaliknya. Tidak semua sayuran memiliki kandungan nutrisi yang sama banyak. Bahkan, ada beberapa jenis sayuran yang bila dikonsumsi lebih sering bisa mengarah ke kenaikan berat badan.

Penelitian jangka panjang yang dipimpin oleh Eric Rimm, profesor epidemiologi dan nutrisi, ini telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Dengan melibatkan sekitar 130 ribu partisipan dewasa, tim Profesor Eric meneliti bagaimana detail menu makanan mereka sehari-hari selama seminggu dan berapa berat badan mereka. Hasilnya nanti akan menunjukkan data akurat mengenai hubungan antara diet harian dengan berat badan masing-masing. Ini termasuk juga makanan apa saja yang membuat mereka kesulitan untuk menjaga berat badan.

Sayuran yang mengandung tepung ternyata menjadi biang keladi sulitnya seseorang mengontrol berat badan. Sayuran bertepung atau starchy vegetables mengandung kalori lebih banyak. Ia juga memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih tinggi sehingga menyebabkan gula darah naik dengan mudah dan membuat Anda semakin cepat lapar.

Sayuran yang termasuk ke dalam jenis ini cukup banyak, termasuk kentang, jagung, labu, ubi, kacang polong/ kapri dan lobak. Di antara kelima jenis sayuran tersebut, ada tiga jenis yang memiliki efek paling buruk, yaitu jagung, kentang, dan kacang polong.

Dilansir dari MyDomaine, jagung menjadi yang terburuk karena bisa menyebabkan berat badan lebih mudah naik jika porsinya bertambah selama empat tahun. Kandungan indeks glikemiklah yang menyebabkan jagung sebagai sayuran yang mudah menggeser jarum timbangan Anda ke arah kanan.

Sebenarnya, ketiga sayuran tersebut memiliki manfaat yang tak kalah baik, yaitu potasium, vitamin C, vitamin B6, zat besi, serat, dan protein, namun Profesor Eric menyarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsinya dan menyeimbangkannya dengan sayuran tidak bertepung atau non-starchy vegetables, seperti kembang kol, bayam, kale, asparagus, brokoli, terung, dan sayuran dedaunan lain. (kik/kik)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com