Kamis, 20/04/2017 15:07 WIB

Dianggap Menyesatkan, Iklan Maskara Cara Delevingne Terancam Diturunkan

Rista Adityaputry - wolipop
Dianggap Menyesatkan, Iklan Maskara Cara Delevingne Terancam Diturunkan Foto: ist
Jakarta - Setelah iklan Pepsi oleh Kendall Jenner, kini iklan maskara yang dibintangi Cara Delevingne disebut-sebut sebagai iklan kontroversial oleh Badan Standar Periklanan atau Advertising Standards Authority (ASA) di Inggris. Iklan maskara Scandaleyes Reloaded dari Rimmel London itu dilarang tayang karena dinilai menggunakan teknik produksi yang terlalu membesar-besarkan efek maskara yang dipakai.

Meski sudah tayang sejak Desember tahun lalu, seorang penonton baru saja mengajukan keluhan ke ASA mengenai iklan tersebut dan mengatakan kalau efek yang dipakai menyesatkan penonton lain.

Dalam iklan televisi tersebut, Cara, sebagai brand ambassador Rimmel, terlihat mengaplikasikan maskara pada bulu mata yang sebenarnya sudah terlihat panjang dan tebal. Janji Rimmel tentang maskara tersebut juga disebutkan dalam iklan, yaitu 'New max-density brush for clump free lashes. Extreme volume ... Extreme wear' yang berarti dengan menggunakan maskara tersebut, bulu mata akan terlihat tebal dan panjang.
Foto: ist

"Karena iklan itu menyampaikan efek bulu mata yang bervolume, panjang, dan tebal, kami mempertimbangkan bahwa pemakaian bulu mata palsu dan teknik pasca produksi ini cenderung membesar-besarkan efeknya dibandingkan dengan hasil yang didapatkan oleh konsumen. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa iklan tersebut menyesatkan," tulis ASA.

Keputusan ASA untuk menurunkan iklan Rimmel kemudian ditanggapi oleh COTY UK, perusahaan yang menaungi Rimmel London, yang mengatakan bahwa hasil maskara tersebut benar-benar akurat. Sayangnya, pihak ASA tidak menyetujui pernyataan tersebut setelah melihat secara detail foto bulu mata Cara sebelum dan sesudah memakai maskara. Lagipula, bulu mata sang aktris Suicide Squad itu juga sudah tebal dan panjang secara natural.
Foto: ist

COTY UK juga mengaku kalau bulu mata individual palsu diaplikasikan pada mata Cara hanya untuk mengisi jarak antar bulu mata sekaligus menampilkan bulu mata yang lebih rata. Teknik pasca produksi juga digunakan, namun hanya untuk menggambar ulang bulu mata Cara yang tidak terlihat karena eyeshadow yang terlalu gelap. Meskipun begitu, COTY UK tetap yakin bahwa hasil maskara seharga Rp 140 ribuan ini memang akurat dan sesuai.

Rimmel London bukan hanya sekali mendapat teguran dari ASA. Sebelumnya, iklan maskara 1-2-3 Looks yang dibintangi oleh Georgia May Jagger juga pernah dilarang tayang karen alasan yang sama. Dior Beauty juga mengalami masalah yang sama dengan ASA karena hasil artifisial maskara Dior Show New Look. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com