Selasa, 18/04/2017 14:45 WIB

Remaja Arab di AS Viral karena Kirim Pesan ke Ayahnya Ingin Buka Jilbab

Arina Yulistara - wolipop
Remaja Arab di AS Viral karena Kirim Pesan ke Ayahnya Ingin Buka Jilbab Foto: Twitter
Jakarta - Sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, banyak masyarakat muslim yang khawatir dengan kesejahteraan hidup mereka. Belum lagi banyaknya kasus karena Islamophobia yang dialami sejumlah wanita berhijab di Amerika Serikat. Oleh sebab itu, sejumlah wanita muslim menggelar acara hijab untuk meredakan Islamophobia.

Tidak hanya dengan acara hijab, beberapa wanita muslim memiliki caranya sendiri dalam membela Islam. Seperti yang dilakukan oleh Lamyaa, hijabers berdarah Arab yang tinggal di Amerika Serikat. Remaja 17 tahun ini sedang viral karena membela hijabnya. Lamyaa berhasil membuktikan kalau jilbab yang dikenakan saat ini bukan karena paksaan orangtua melainkan pilihannya sendiri.

Kisah viral ini bermula ketika Lamyaa bergabung dengan grup chat yang khusus membahas politik. Mereka pun membicarakan bagaimana kehidupan muslim AS di era Trump. Lamyaa turut bergabung dalam topik tersebut dan membela muslim. Salah satu teman dari teman remaja asal Pennsylvania ini seolah tidak terima lalu berucap 'kasar' kepadanya.

Dia mengatakan kalau Lamyaa tidak bisa melepas jilbabnya karena takut dimarahi orangtua. Ia seperti mengklaim bahwa remaja kulit putih itu terpaksa menggunakan jilbab karena paksaan orangtua.

"Stop defending Islam Bitch. You couldn't take that scarf off or your dad would beat your ass," begitu pesan yang dikirimkan kepadanya seperti diunggah Lamyaa ke Twitter.

Untuk membuktikan kalau asumsi mengenai jilbabnya tidaklah benar, Lamyaa pun mengirimkan pesan kepada sang ayah. Dalam screen capture yang diunggah ke Twitter tampak remaja berparas manis ini mengatakan kepada ayahnya kalau ia ingin membuka jilbab.
Remaja Arab di AS Viral karena Kirim Pesan ke Ayahnya Ingin Buka JilbabFoto: Twitter

Dari percakapan tersebut, sang ayah pun bersikap bijaksana. Ayah Lamyaa mengatakan kalau jilbab bukanlah perintah darinya. Pilihan memakai jilbab juga bukan karena ada pria yang menyuruhnya. Jika memang Lamyaa ingin melepas jilbab, ayahnya tidak akan mempermasalahkan hal tersebut dan tetap mendukung putrinya.

Dengan cara ini, Lamyaa membuktikan kalau jilbab memang pilihannya secara pribadi bukan tuntutan orang lain termasuk orangtua. Postingan Lamyaa pun menjadi viral. Capture pesan antara Lamyaa dan ayahnya mendapat retweets sebanyak 144 ribuan dan 314 ribu likes.

Banyak netizen yang memuji aksi Lamyaa. Namun sebagian mengatakan kalau Lamyaa mungkin tidak dipaksa menggunakan jilbab tapi bagaimana dengan perempuan muslim lainnya? Mereka menganggap bahwa masih ada hijabers yang berjilbab karena paksaan.
Remaja Arab di AS Viral karena Kirim Pesan ke Ayahnya Ingin Buka JilbabFoto: Twitter

Lamyaa pun berusaha menjawab para netizen yang bertanya akan hal tersebut. Ia memberikan capture jawabannya dari notes di iPhone miliknya.

"Ya, mungkin banyak wanita terpaksa memakai jilbab. Tapi itu bukan berarti penindasan dilambangkan dengan jilbab. Aku pun secara pribadi mengenakan jilbab untuk diriku sendiri dan untuk Tuhan. Bagaimanapun aku akan selalu berdiri untuk orang lain dan betapa hancur hatiku ketika mengetahui masih ada wanita yang tidak bisa membuat pilihan untuk diri mereka sendiri," jelas Lamyaa.

Lamyaa juga menegaskan kalau ia akan tetap setia dengan jilbabnya. Ini sudah merupakan pilihan dan keputusannya.




(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com