Senin, 20/03/2017 13:38 WIB

Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris Berjilbab

Arina Yulistara - wolipop
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris Berjilbab Foto: Trifty Qurrota Aini
Jakarta - Berbagai cara dilakukan masyarakat muslim di beberapa negara minoritas Islam untuk mematahkan stereotipe. Salah satunya dengan menggelar event yang bertujuan meningkatkan citra Islam serta membuat pikiran warga non-muslim lebih terbuka.

Seorang hijabers cantik asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Newcastle, Inggris, Trifty Qurrota Aini, turut serta dalam membuat acara untuk memperkenalkan Islam lebih dalam ke masyarakat Inggris. Acara yang dimaksud adalah Discovery Islam Week. Saat dihubungi Wolipop, Trifty mengatakan bahwa ia merupakan salah satu tim dari acara tahunan tersebut.
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini (Suasana di Discovery Islam Week)

Digelar di dua universitas besar Newcastle yakni Newcastle University dan Northumbria University, event yang diselenggarakan selama kurang lebih empat hari ini berlangsung mulai 13 Maret sampai 16 Maret dengan tujuan meluruskan anggapan keliru mengenai Islam. Adanya Discovery Islam Week diharapkan bisa membantu meredakan Islamophobia serta menghapus stigma negatif tentang masyarakat muslim.

Trifty bercerita, ratusan mahasiswi dari kedua universitas itu tertarik datang ke Discovery Islam Week. Mahasiswi yang datang bukan hanya warga Inggris tapi berasal dari berbagai negara seperti Jerman hingga Belanda. Para mahasiswi yang hadir diperbolehkan untuk bertanya tentang Islam lebih dalam.
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini

Selain ada sesi tanya-jawab, disediakan pula booth untuk melukis henna hingga hijab challenge. Bagi mahasiswi non-muslim yang ingin bertanya seputar hijab hingga mencobanya sendiri akan dibantu para hijabers dari acara yang diselenggarakan oleh Islamic Society (Isoc).

Trifty yang melanjutkan pendidikan di Northumbria University, Newcastle, itu menuturkan kalau ia membantu menjaga booth hijab challenge. Ia tak menyangka banyak mahasiswi non-muslim yang ingin mencoba merasakan menjadi muslimah dengan menggunakan jilbab. Hampir semua mahasiswi yang menghampirinya mengaku pertamakali coba berjilbab.
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini

Trifty pun dengan semangat mengajari para mahasiswi non-muslim tersebut menggunakan jilbab satu per satu. Dari sekian banyak wanita yang diajari berjilbab olehnya, Trifty ingat ada dua mahasiswi yang sangat antusias hingga akhirnya ia memberikan jilbab favoritnya sebagai kenang-kenangan.

"Itu pertamakali buat mereka pakai hijab, sebelumnya nggak pernah. Semua non-muslim mau coba pakai jilbab sebenarnya, banyak yang dari Inggris, tapi yang aku ingat namanya Jelena Kyle dari Amerika sama Ina Hristova dari Bulgaria karena mereka bilang ini pengalaman yang berbeda dan baru buat mereka. Karena mereka antusias banget, aku kasih jilbab favorit kesayanganku sebagai hadiah dan kenang-kenangan supaya mereka ingat terus," cerita Trifty kepada Wolipop pada Sabtu (18/3/2017).
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini

Mantan jurnalis ini melanjutkan, dari semua gaya jilbab yang diajarinya saat acara Discovery Islam Week, model jilbab turban menjadi terfavorit. Beberapa wanita memuji gaya jilbab turban karena terkesan lebih modern dan urban.

"Mereka suka banget sama model hijab turban. Beragam style yang aku kasih tutorialnya adalah sesuatu yang baru buat mereka. Setiap aku selesai tutorial dan mereka lihat hasilnya, mereka mengaku senang banget dan foto-foto," tambahnya.

Melihat hal itu, Trifty mengaku senang dan terkadang terharu melihat banyak warga di negara minoritas seperti Inggris yang peduli akan muslim dan tertarik mempelajari budaya Islam lebih dalam. Bahkan ada satu momen yang juga tak terlupakan untuknya ketika seorang wanita Jerman menghampirinya karena Trifty berjilbab. Ia bertanya sedikit seputar ajaran dalam Islam.

"Ada wanita Jerman namanya Ann, dia nyamperin aku terus nanya kalau Islam banyak sektenya (aliran) juga nggak, terus dia juga bilang Islam itu orangnya baik-baik nggak seperti diberitakan di media-media," ujar wanita 27 tahun ini.
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini bersama Ann
Cerita Hijabers Indonesia yang Ajari Mahasiswi Inggris BerjilbabFoto: Trifty Qurrota Aini

Selama tinggal di Inggris sejak akhir tahun lalu, Trifty mengatakan sering menemukan hal-hal yang membuatnya terharu. Salah satu contohnya ketika wanita berdarah Sunda ini sedang jalan-jalan di sekitar Newcastle. Ia melihat banyak masyarakat non-muslim yang peduli terhadap muslim. Bahkan mereka rela membela muslim demi menegakkan keadilan.

"Ternyata di negara barat nggak semua orang benci Islam. Mereka open minded, awalnya aku kira orang-orang sini (Newcastle, Inggris) Islamophobia semua ternyata nggak. Makanya aku senang banget pas acara Discovery Islam Week non-muslim yang datang banyak. Mereka antusias nanya-nanya soal Islam beberapa yang juga lagi nyari agama tapi kita di sini selalu diperingatkan agar hanya menyampaikan nilai-nilai Islam bukan memaksa mereka memeluk agama Islam," terangnya lagi.


(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177