Senin, 20/03/2017 11:15 WIB

Scarlett Johansson Ingin Terjun ke Politik Saat Putrinya Sudah Besar

Hestianingsih - wolipop
Scarlett Johansson Ingin Terjun ke Politik Saat Putrinya Sudah Besar Foto: Frazer Harrison/Getty Images
Jakarta - Selebriti berpolitik bukanlah hal baru di kalangan pesohor. Aktor terkenal seperti Arnold Schwarzenegger pernah merasakan dunia politik ketika menjabat sebagai gubernur California. Di Indonesia sendiri, tak sedikit selebriti terjun ke politik sebut saja Desy Ratnasari, Rieke Dyah Pitaloka dan Rachel Maryam.

Dunia politik, sepertinya juga menarik Scarlett Johansson. Aktris 32 tahun ini mengungkapkan kalau dirinya tertarik untuk masuk ke politik begitu usia putrinya sudah lebih dewasa.

Kepada majalah Event, Scarlett mengatakan, "Aku harap aku bisa protes dengan tenang. Aku lebih memilih tidak dipenjara. Jika itu berarti aku harus jadi anggota parlemen maka aku akan mempertimbangkannya."
Foto: Getty Images

Menurutnya menjadi pejabat publik akan memberinya hak istimewa. Bukan menjadi istimewa untuk mendapatkan kemudahan demi keuntungan pribadi. Namun keistimewaan untuk menyuarakan aspirasinya tanpa dikekang.

"Aku sellau membayangkan itu bisa menjadi cara yang paling efektif (untuk mengungkapkan pendapat), jika punya konstitusi untuk itu," ujarnya seperti dikutip dari Female First.

Scarlett membayangkan ketika dirinya sudah 'bebas tugas' mengurus putri kecilnya, dia akan bekerja di Gedung Putih dan ikut menjalankan pemerintahan dari sana. Bukan sebuah mimpi yang terlalu muluk, dan bisa saja diwujudkan jika Scarlett memang serius menekuninya.
Foto: Frazer Harrison/Getty Images

"Aku beberapa kali datang ke makan malam korespondensi di Gedung Putih dan melihat bagaimana politik global bekerja, aku telah melihat bahwa keputusan-keputusan yang memengaruhi seluruh dunia ternyata datang dari ruangan yang kecil. Itu tidak terlalu berbeda dengan industri yang aku ketahui selama ini," tutur bintang film 'The Avengers' ini.

Sebelumnya Scarlett ikut terlibat dalam aktivitas politik, Women's March, pada Februari 2017 lalu. Sebuah aksi anti-Trump yang digalakkan kaum wanita, demi memperjuangkan hak-hak wanita di Amerika. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com