Sabtu, 18/03/2017 19:23 WIB

Di-bully karena Wajah Dipenuhi Bintik, Nikia Jadi Model yang Inspiratif

Hestianingsih - wolipop
Di-bully karena Wajah Dipenuhi Bintik, Nikia Jadi Model yang Inspiratif Foto: Instagram/Nikia Phoenix
Jakarta - Freckles atau bintik-bintik cokelat di wajah kini menjadi salah satu tren kecantikan. Tak sedikit wanita yang bangga memperlihatkan freckles miliknya, bahkan bagi mereka yang tidak mempunyai freckles akan sengaja membuatnya.

Sejumlah beauty blogger dan vlogger pun membuat tutorial bagaimana menciptakan freckles palsu dengan alat makeup. Ada pula brand maupun salon kecantikan yang menawarkan membuat tato temporer berupa bintik-bintik cokelat di wajah.

Siapa sangka, sebelum munculnya tren ini, orang dengan freckles di wajah justru menjadi bahan olok-olok. Hal itu yang dialami Nikia Phoenix, seorang model asal Los Angeles, California.
Foto: Instagram/Nikia Phoenix

Nikia dianugerahi freckles sejak lahir. Bintik-bintik cokelat itu memenuhi hampir seluruh wajah dan sedikit pada leher serta bahunya. Terlahir 'berbeda' dari anak kebanyakan, Nikia pun menjadi sasaran bully di masa kecilnya.

"Bintik-bintik ini sudah ada di kulitku sejak usiaku empat tahun. Mereka (freckles) bukanlah sesuatu yang trendi ketika aku muda. Tidak ada orang yang menggambar freckles atau membuat tato freckles di wajahnya. Faktanya, itu suatu hal yang bertolak belakang (dari orang kebanyakan). Aku sering di-bully karenanya dan itu menyakitkan," ujar Nikia, seperti dikutip dari Allure.

Pendiri Black Girl Beautiful, sebuah event belanja dan diskusi untuk wanita berkulit gelap ini menceritakan bahwa ia tumbuh di tengah keluarga yang juga memiliki freckles. Oleh karena itu ia tidak menyadari kalau dirinya punya penampilan berbeda dari orang lain. Nikia baru tahu kalau kondisi kulitnya tergolong unik setelah masuk sekolah.

"Aku keluar rumah untuk ke sekolah dan anak-anak lain menunjuk ke arahku dan tertawa, mereka bilang, 'Kamu bukan berkulit hitam. Kamu punya bintik-bintik', atau, 'Ada sesuatu yang salah denganmu'," ungkapnya.
Foto: Instagram/Nikia Phoenix

Nikia tidak terlalu memedulikan komentar-komentar menyakitkan tentang kondisi kulitnya. Namun perlahan-lahan hal itu mengganggu kepercayaan dirinya. Saat remaja, ia mencoba menutupi bintik-bintik di wajahnya dengan makeup. Namun tetap saja, makeup-nya akan luntur dan akhirnya freckles-nya terlihat juga.

Saat itulah Nikia sadar kalau tidak ada gunanya menutupi diri dan tidak ada yang salah menjadi sedikit berbeda dari orang lain. Justru perbedaan itulah yang membuatnya unik dan perlu dihargai.
Foto: Instagram/Nikia Phoenix

"Aku tidak akan mengubah apa yang telah kulalui. Freckles ini telah membantuku untuk menunjukkan siapa diriku. Mereka telah membuatku lebih kuat. Aku seorang wanita kulit hitam berbintik-bintik... dan aku bangga," tulisnya dalam caption foto Instagram.

Kini selain sebagai model, Nikia juga menjadi motivator bagi wanita lain yang punya kondisi sama, atau mereka yang terlahir dengan penampilan berbeda. Ia menulis dalam Refined Woman, sebuah blog dan pergerakan social media untuk menghargai perbedaan dan kecantikan wanita. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com