Senin, 13/02/2017 16:46 WIB

Intimate Interview

Cerita Aisyah Haerani, Hijabers Muda yang Taklukan 10 Gunung di Indonesia

Arina Yulistara - wolipop
Cerita Aisyah Haerani, Hijabers Muda yang Taklukan 10 Gunung di Indonesia Foto: Mohammad Abduh
Jakarta - Ajang pencarian muslimah berbakat, Sunsilk Hijab Hunt, akan kembali digelar tahun ini. Kontes unjuk bakat tahunan tersebut kembali mencari wanita muda Indonesia yang berhijab dan berbakat agar bisa menginspirasi muslimah lainnya. Rencananya pendaftaran Sunsilk Hijab Hunt 2017 akan dibuka hari ini, Senin (13/2/2017).

Acara yang diusung oleh detikcom bekerjasama dengan Trans7 itu telah melahirkan beberapa hijabers muda inspiratif. Salah satunya adalah Aisyah Haerani yang merupakan Juara 1 Hijab Hunt 2013. Aisyah tidak hanya menginspirasi lewat padu padan busananya tapi juga hobinya yang suka melakukan aktivitas alam termasuk naik gunung. Bahkan Aisyah telah berhasil menaklukkan sepuluh gunung di Indonesia dan berencana menggapai puncak gunung di luar negeri.

Saat berbincang dengan Wolipop secara eksklusif, wanita dengan sapaan akrab Icha ini bercerita kalau ia sudah senang naik gunung sejak 2011. Berawal dari perjalanannya ke Kampung Suku Baduy di Banten, Icha mulai suka aktivitas alam. Ia mencoba berbagai kegiatan alam, salah satunya naik gunung.
Cerita Aisyah Hermani, Hijabers Muda yang Taklukan 10 Gunung di IndonesiaFoto: Aisyah Haerani

Gunung Gede menjadi pendakian pertamanya. Gunung tersebut pula yang memberikan kesan tak terlupakan yakni pernah terluka hingga sesak napas. Sedikit bercerita, wanita 24 tahun ini menuturkan pernah sempat kehabisan napas karena hujan tidak berhenti dan udara semakin dingin. Kala itu, Icha sampai tak bisa tidur sebelum naik lagi menuju puncak karena sesak napas yang membuat keadaannya semakin tidak fit.

Dalam keadaan kurang sehat, Icha memutuskan untuk melanjutkan naik menuju puncak. Namun tiba-tiba ia kepleset dan terjatuh hingga kakinya berdarah. Ia sempat merasa putus asa karena sakit yang harus ditahan sampai puncak gunung.

"Saat itu jam setengah 3 pagi aku kepeleset dalam keadaan sesak napas dan telapak kakinya berdarah. Aku memang dibantu teman-temanku pas di puncak baru diobatin, kakiku lecet dari telapak kaki sampai lutut karena sepatuku robek aku jalannya pincang-pincang, mau nangis tapi aku harus tahan," tutur wanita kelahiran 12 Desember 1992 itu.
Cerita Aisyah Hermani, Hijabers Muda yang Taklukan 10 Gunung di IndonesiaFoto: Aisyah Haerani

Meskipun kesan pertama naik gunung kurang menyenangkan tapi bukannya kapok malah membuat Icha ketagihan. Ia mengaku kalau naik gunung memang butuh perjuangan tapi pengalaman dan pemandangan yang didapatkan saat di puncak seolah membayar semuanya. Ia pun semakin mencintai alam sejak hobi naik gunung.

"Aku suka traveling dan keindahan alam jadi puas banget kalau naik gunung itu pemandangannya bagus, bagus banget. Ditambah karena semakin sering aku naik gunung dan semakin sering melalui peristiwa-peristiwa yang kadang nggak masuk akal jadi aku semakin merasa kalau Allah itu dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi yang berdetak. Jadi lebih merasa dekat saja sama pencipta alam semesta," aku Icha.

Melanjutkan ceritanya, wanita lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma itu memaparkan dari semua gunung yang pernah didaki, satu yang paling sulit adalah Gunung Salak. Menurutnya Gunung Salak memiliki jalur yang terjal dan rumit. Gunung Salak merupakan gunung hutan bukan wisata jadi dikatakannya masih banyak jalur yang belum dibuka oleh polisi hutan.
Cerita Aisyah Hermani, Hijabers Muda yang Taklukan 10 Gunung di IndonesiaFoto: Aisyah Haerani

Selain Salak, Rinjani juga merupakan salah satu gunung dengan jalur yang terjal. Terdapat tebing batu yang harus dilalui sehingga memberikan kesulitan tersendiri saat mendakinya. Meski demikian, Rinjani menjadi gunung paling indah yang pernah ditapakinya.

"Gunung salak itu ada banyak banget juga puncaknya jadi jalurnya pun banyak banget dari mulai yang aman sampe nggak. Makanya banyak yang nyasar itu nggak bisa balik lagi di Gunung Salak. Kedua Rinjani karena tinggi banget jadi mendakinya lumayan lama dan ada beberapa jalur seperti tebing batu-batu jadi lebih cepat capek, cuma karena sekitarnya indah banget jadi kita nggak terlalu fokus ke trek yang sulit," terangnya.

Hingga saat ini, Icha sudah menaklukan sepuluh gunung Indonesia terdiri dari Gunung Rinjani, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Gunung Salak, Gunung Prau, Gunung Lawu, Gunung Papandayan, Gunung Sikunir, Gunung merapi, dan Gunung Ceremai. Rencananya dalam waktu dekat, ia akan melanjutkan petualangan mendaki gunung ke Gunung Kerinci di Sumatera Barat.

Selain di Indonesia, Icha berharap bisa mengakhiri perjalanan mendaki gunung di Nepal yakni naik Gunung Everest. Bahkan ia sudah bernazaar untuk bisa pergi ke Nepal dan menembus gunung tersebut sebelum menikah.

Ya, Icha pun pernah berjanji pada diri sendiri kalau ia tidak akan naik gunung lagi setelah menikah. Menurutnya naik gunung menjadi aktivitas yang cukup berbahaya buat wanita.

"Soalnya naik gunung itu memang bahaya sih. Niat naik gunung kita sudah harus siap dengan apa pun yang terjadi nantinya. Kalau aku sudah menikah kan tanggung jawabku sudah bukan untuk diri sendiri lagi tapi ada lebih penting dari itu jadi sudah nggak mau maksain naik gunung lagi. Walaupun nanti jodohnya anak pecinta alam tapi kayanya sudah saatnya aku berhenti untuk kegiatan yang lumayan beresiko," pungkas Icha sebelum menutup perbincangan.


(ays/ays)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com