Love Expert
Anna Surti Ariani

Psikolog Anak dan Keluarga
Psikolog di Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Pendiri Situs Pranikah, Twitter: @AnnaSurtiNina
Selasa, 17/01/2017 07:38 WIB

Apa yang Harus Dilakukan Saat Suami Selingkuh dan Tak Memberi Nafkah?

Anna Surti Ariani - Wolipop
Apa yang Harus Dilakukan Saat Suami Selingkuh dan Tak Memberi Nafkah? Foto: Thinkstock
Jakarta - Saya menikah selama 5 tahun dan sekarang mempunyai 3 anak. Sejak awal menikah saya mendapatkan kenyataan bahwa suami saya berselingkuh bahkan pernah mengusir saya dari rumah sehingga saya pergi merantau keluar pulau bersama anak-anak. Sampai detik ini saya bekerja sendiri menafkahi kebutuhan saya dan anak-anak. Bagaimana cara agar suami saya bisa berubah dan apakah pernikahan ini layak untuk dipertahankan?

(Ni Made Dwi Indah Puspitawati, 35 Tahun)

Jawab:

Hai Mbak Ni Made Dwi Indah Puspitawati,

Pernikahan dimulai oleh dua orang, yaitu suami dan istri. Oleh karena itu segala keputusan tentang pernikahan tersebut harusnya dibuat oleh keduanya. Jadi Anda dan suami perlu bersepakat dulu tentang bagaimana kelanjutan hubungan Anda berdua.

Jika Anda berdua bersepakat melanjutkan, tidak berarti Anda berdua menutup masa lalu dan melupakannya begitu saja. Anda berdua justru perlu membahas hal-hal apa yang menyakitkan hati, agar tak terulang lagi. Perjelas harapan Anda masing-masing, bukan hanya mengungkapkan harapan umum seperti 'ingin menjadi suami atau istri yang lebih setia'.

Kalaupun disepakati untuk tak lagi melanjutkan perkawinan, tidak berarti dengan mudah langsung menghubungi pengacara perceraian. Ada begitu banyak persiapan mental yang perlu dilakukan. Ada pula banyak kesepakatan untuk masa depan yang harus dibuat. Adanya tiga anak hasil dari perkawinan ini tidak mungkin diabaikan, dan justru perlu menjadi bagian pembahasan yang penting.

Apabila sulit membahas dengan kepala dingin, cari bantuan dari ahli. Anda bisa menghubungi keluarga yang dituakan, pemuka agama, atau psikolog perkawinan / keluarga. Anda berdua bisa mulai dari menentukan tujuan bersama, mau dibawa ke mana perkawinan ini, apakah akan dilanjutkan atau tidak. Setelahnya perlu disepakati hal-hal yang perlu dan tidak perlu dilakukan oleh Anda berdua. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com