Love Expert
Anna Surti Ariani

Psikolog Anak dan Keluarga
Psikolog di Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Pendiri Situs Pranikah, Twitter: @AnnaSurtiNina
Senin, 16/01/2017 14:23 WIB

Mengakhiri Hubungan Asmara dengan Pria yang Sudah Beristri

Anna Surti Ariani - Wolipop
Mengakhiri Hubungan Asmara dengan Pria yang Sudah Beristri Foto: Thinkstock
Jakarta - Saya wanita berusia 28 tahun, saya berpacaran dengan pria yang sudah berkeluarga, usia pria tersebut 42 tahun. Kami sudah hampir setahun berpacaran dan hanya kami yang tahu karena hubungan terlarang ini memang rahasia, namun saat ini komunikasi kami sedang tidak baik bahkan hampir putus. Dia memang pria playboy karena saya berfirasat kalau dia juga ada dekat dengan rekan kantornya (*walaupun dia tidak mengakuinya). Yang saya tanyakan apa yang sebaiknya saya lakukan? Apakah saya harus memperbaiki hubungan kami? Apakah dia benar-benar mencintai saya pun saya tidak tahu. Mohon solusinya.

Terima kasih

(Fien, 28 Tahun)

Jawab:

Hai Fien,

Anda pacaran dengan seorang laki-laki yang telah memiliki istri. Dari sini saja harusnya Anda sudah mempertanyakan tentang kemampuan laki-laki ini dalam menjaga komitmen jangka panjang, karena berarti dia tidak bisa berkomitmen dengan istrinya. Lalu Anda menduga ia juga dekat dengan perempuan lain. Bukankah semakin diragukan kemampuannya menjaga komitmen? Bentuk hubungan seperti apa yang Anda harapkan?

Pengakuan terhadap hubungan juga sangat penting. Jika Anda yang menjalaninya saja menganggap hubungan ini terlarang, berarti Andapun malu mengakuinya. Hati nurani Anda mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang salah, sehingga untuk melakukannya harus dirahasiakan. Demikian pula jika orang lain saat ini mengetahui hubungan Anda, sangat mungkin Anda akan mendapatkan tekanan sosial karena dianggap melakukan hal yang dilarang.

Mumpung komunikasi Anda memburuk, Anda bisa menggunakan kesempatan ini untuk mempertegas keinginan Anda menjauh darinya. Sampaikan kepadanya bahwa Anda ingin mengakhiri hubungan ini. Anda mungkin akan sedih, merasa kehilangan, kecewa, dan mengalami berbagai emosi buruk yang lain. Namun percayalah bahwa Anda sudah mengambil keputusan yang lebih baik. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177