Selasa, 25/10/2016 19:22 WIB

Intimate Interview

Tantangan Rania Qureshi Pilihkan Gaun untuk Pengantin Berhijab

Intan Kemala Sari - wolipop
Tantangan Rania Qureshi Pilihkan Gaun untuk Pengantin Berhijab Foto: Intan Kemala Sari
Jakarta - Rania Qureshi merupakan wanita berhijab yang bekerja sebagai konsultan gaun pengantin di Kanada. Berkat kemampuannya dalam memilihkan gaun impian para calon pengantin, wanita 31 tahun ini dipercaya sebagai host acara reality 'Say Yes To The Dress Canada' sejak 2015 silam.

Karier yang telah dijalaninya lebih dari 15 tahun membuatnya memahami seluk-beluk industri bridal. Lantas apa tantangan yang sering dihadapinya saat bekerja sebagai konsultan gaun pengantin?

Wolipop berkesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan Rania pada acara International Islamic Fair 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pekan lalu. Kepada Wolipop, Rania mengaku yang menjadi tantangan baginya adalah memilihkan gaun pengantin untuk wanita muslim yang akan menikah.

"Tantangan terbesarku ketika ada calon pengantin muslimah yang melihatku dari televisi. Mereka datang dan menaruh kepercayaan kepadaku untuk memilihkan gaun pengantin impiannya. Itu sangat sulit karena di Kanada, semua gaun pengantin biasanya tanpa lengan dengan punggung yang terbuka dan tanpa kerah," kata ibu dua anak itu.

Hal tersebut merupakan tantangan yang hampir setiap hari dihadapinya. Untuk mengatasi hal itu, sebisa mungkin ia berkreasi dengan membuatkan lengan panjang yang tetap terlihat anggun saat dipakai. Beruntungnya, hasil kerja kerasnya dihargai. Belum pernah ada calon pengantin muslimah yang kecewa atas hasil kerjanya.

"Hal pertama saat ada calon pengantin yang datang kepadaku adalah menanyakan apa yang diinginkan saat memakai gaun pernikahan? Apakah dia ingin merasa anggun, sophisticated, atau seperti puteri? Setelah itu adalah tantanganku untuk membuat gaun pengantin yang tertutup dan bisa dipakai oleh calon pengantin muslimah," jelas wanita yang berhijab sejak 2011 itu.

Sebagai wanita berhijab sendiri, ia tidak merasa kesulitan dalam berbusana. Wanita kelahiran Pakistan itu merasa bersyukur karena masih bisa membeli busana yang 'muslimah friendly' di Kanada.

"Untuk busana muslim aku tidak kesulitan membelinya. Banyak toko-toko di sana yang punya koleksi untuk wanita muslim, jadi aku tidak harus melapisi pakaianku. Fashion di sana juga tergantung kepada selera masing-masing. Aku sendiri lebih suka pakai dress atau jubah panjang dengan jegging," paparnya.

Saat ditanya tentang gaya berbusananya, wanita yang besar di Qatar dan Amerika Serikat ini tidak mempunyai preferensi gaya khusus. Ia lebih suka memakai apa yang nyaman untuknya. Terutama dalam lingkungan pekerjaan, Rania tidak berusaha untuk tampil menonjol dan mencuri perhatian, tetapi lebih membaur dengan rekan kerjanya.

"Aku ingin mendobrak stereotipe wanita berhijab dengan memakai busana yang tetap sopan, tertutup, namun tetap chic dan nyaman," tutupnya. (int/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Photo Gallery

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com