Selasa, 04/10/2016 13:21 WIB

Kim Kardashian Kerampokan, Ini Bahaya Terlalu Sering Posting Foto di Socmed

Hestianingsih - wolipop
Kim Kardashian Kerampokan, Ini Bahaya Terlalu Sering Posting Foto di Socmed Foto: Dok. Getty Images, AFP, Instagram
Jakarta - Nasib naas dialami Kim Kardashian saat berada di Paris, Prancis, saat ajang Paris Fashion Week digelar. Bintang reality TV 'Keeping Up With The Kardashians' itu menjadi korban perampokan dan penyekapan kawanan perampok yang menyatroni apartemen mewah tempatnya menginap.

Dilaporkan sejumlah perhiasan senilai USD 10 juta raib, termasuk cincin tunangan kedua pemberian sang suami Kanye West. Seperti dikutip dari Daily Mail, beberapa jam sebelum peristiwa perampokan terjadi, Kim sempat memperlihatkan aktivitasnya lewat Snapchat, di mana cincin bertahta berlian itu masih bertengger di jari manisnya.

Belum beredar spekulasi yang menyebutkan bahwa kawanan bersenjata itu mengincar perhiasan Kim karena dipicu postingan-nya di Instagram dan Snapchat. Namun tindak kejahatan yang dialami wanita 35 tahun ini, bisa saja terjadi karena terlalu banyaknya informasi yang disebar Kim di social media.

Seperti diketahui, pengguna social media rentan menjadi korban kejahatan. Data pribadi bisa dengan mudahnya tersebar dan dimanfaatkan pelaku kriminal. Dijelaskan pakar teknologi informasi, hampir semua jenis smartphone bisa melacak keberadaan Anda lewat fitur bernama geotagging, menambahkan data tentang lokasi dari satelit.

Jika Anda meninggalkan ponsel dalam keadaan GPS atau pelacak lokasi masih menyala, informasi keberadaan Anda bisa dengan mudahnya ditambahkan ke foto secara otomatis. Tag lokasi pada foto akan tetap menempel bahkan setelah Anda menyebarkan foto secara online, memudahkan Anda dilacak pihak lain.

"Saya hanya mengambil koordinat (GPS) dan seketika Anda muncul di Google Maps," ujar Chris Hadnagy, CEO Social Engineer, perusahaan konsultan cybersecurity seperti dikutip dari CNBC.

Chris menjelaskan bahwa foto tersebut ia ambil secara acak di internet. Ia kemudian melacak koordinat GPS menggunakan perangkat yang umum ditemukan pada produk-produk Macbook yang disebut Preview. Begitu foto terlacak di Google Maps, langsung bisa diketahui informasi lengkap tentang rumah tersebut.

Pada Desember 2015, seorang pria bernama Arturo Galvan ditangkap atas tuduhan perampokan 33 rumah di California, Amerika Serikat. Arturo diduga menemukan korban-korbannya melalui foto yang mereka unggah di Instagram dan Facebook. Pria berusia 44 tahun ini menggunakan koordinat GPS di dalam foto untuk melacak di mana para korbannya tinggal, lalu mencuri peralatan elektronik, dompet dan sebagainya.

Selain postingan foto, informasi yang Anda cantumkan di social media juga bisa membuat Anda jadi korban cybercriminal. Salah satunya dengan mencantumkan tanggal lahir di Facebook.

"Anda mungkin pernah menelepon call center atau me-reset password untuk verifikasi. Mereka (call center) biasanya akan menanyakan tanggal lahir," kata pakar keamanan komputer Bill Dean, seperti dikutip dari WKRN.

Hal ini bisa berbahaya apabila kartu kredit atau debit Anda hilang dan Anda berencana mem-blokir atau mengubah password. Dengan mengetahui tanggal lahir yang bisa dicari di internet, pelaku bisa menelepon call center dan menyebutkan tanggal lahir Anda, sehingga kartu kredit atau ATM bisa digunakan dengan bebas.

Ditambah lagi jika Anda juga menambahkan informasi sekolah dan universitas di social media, pelaku kriminal tidak hanya bisa mencuri materi tapi bahkan mencuri identitas Anda yang digunakan untuk tindak kejahatan. "Seseorang bisa mengumpulkan informasi itu dan menciptakan identitas baru," ujar Bill.

Bahkan meskipun Anda mengatur profil social media menjadi privat dan hanya untuk orang-orang yang benar-benar Anda kenal, risiko data pribadi diketahui orang asing tetap ada. Terlebih lagi jika Anda terlalu sering posting status maupun foto.

Bill mengingatkan, apa yang Anda posting di social media akan ada di situ selamanya. Selalu berasumsi bahwa segala hal yang Anda bagikan di social media akan dilihat oleh orang dari seluruh dunia, tak hanya teman atau keluarga. Jadi sebaiknya jangan terlalu 'lengkap' mengumbar informasi di Facebook, Twitter, Path atau Snapchat. Beberapa informasi pribadi sebaiknya simpan untuk Anda sendiri saja. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com