Selasa, 06/09/2016 10:16 WIB

Seberapa Sering Sprei Harus Diganti untuk Cegah Penyebaran Kuman?

Hestianingsih - wolipop
Seberapa Sering Sprei Harus Diganti untuk Cegah Penyebaran Kuman? Foto: Thinsktock/Andrew Olney
Jakarta - Kapan terakhir kali Anda mengganti sprei dan sarung bantal tempat tidur? Satu dari 10 orang mengatakan, tidak menggantinya lebih dari satu bulan. Studi yang diadakan pada 2014 juga mengungkap 35 persen orang mengaku mengganti sprei dan sarung bantal dua minggu sekali, dan hanya 30 persen yang rutin mencuci spreinya satu minggu sekali.

Polling yang diprakarsai YouGov, sebuah perusahaan penelitian juga menunjukkan 50 persen orang baru menyadari kalau tempat tidur menjadi kotor dan tidak higienis setelah dua atau tiga minggu pemakaian. Lantas, seberapa sering seharusnya sprei dan sarung bantal diganti?

Mary Marlowe Leverette, seorang pakar dalam perawatan kain mengatakan, idealnya sarung bantal dan sprei diganti setiap satu minggu sekali. Jika pelapis tempat tidur jarang diganti, akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Tidak mengganti sprei dan sarung bantal secara rutin tak hanya menimbulkan bau, tapi juga merugikan kesehatan secara keseluruhan. Saat tidur, tubuh mengeluarkan keringat, minyak alami dan sebum pun keluar dari tubuh. Belum lagi air liur, cairan dari alat kelamin hingga kotoran dari dubur yang mungkin juga keluar dan mengenai serat kain.

"Jika sprei tidak dicuci secara rutin dan penghuni rumah ada luka atau lecet, maka bisa terinfeksi. Kutu air dan penyakit jamur lain juga bisa berpindah ke kain," jelas Mary, seperti dikutip dari Daily Mail.

Jika terlalu lama tidak diganti, kotoran dari sprei bahkan bisa menyebar hingga ke kasur. Ketika kotoran dan kuman sudah menempel pada kasur maka akan lebih sulit membersihkannya.

"Kasur lebih sulit dicuci ketimbang sprei dan sarung bantal," tambah Mary.

Untuk menyingkirkan kuman, bakteri, residu serta minyak secara maksimal dari sprei, gunakan air hangat atau air panas, tergantung dari jenis bahannya. Kain berbahan campuran katun dan polyester lebih cocok dicuci dengan air hangat, sementara bahan katun lebih bisa menoleransi air panas.

Setelah dicuci, jemur sprei di bawah teriknya matahari. Sinar matahari merupakan pembunuh kuman alami. Jadi pastikan sprei Anda sudah benar-benar kering sebelum mengangkatnya. (hst/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com