Rabu, 24/08/2016 19:30 WIB

Shopaholic, Kendalikan Nafsu Belanja Anda dengan Aturan '72 Jam'

Rahmi Anjani - wolipop
Shopaholic, Kendalikan Nafsu Belanja Anda dengan Aturan 72 Jam Foto: Thinkstock
Jakarta - Keinginan untuk membeli barang kadang tidak bisa dibendung ketika mendatangi pusat perbelanjaan. Apalagi untuk para shopaholic yang tak mau ketinggalan tren terkini dalam fashion, kecantikan, atau gadget. Celakanya, penyesalan sering datang beberapa hari setelah pembelian karena baru sadar jika barang tersebut ternyata tak terlalu diperlukan. Hal tersebut tentu pernah Anda alami, bukan?

'Lapar mata' biasanya datang karena terdorong sifat impulsif. Jika ingin kondisi keuangan Anda 'selamat' di masa depan tentu kebiasaan belanja berlebihan ini harus mulai dikontrol sekarang juga. Jika diteruskan Anda akan kekurangan tabungan sehingga tidak dapat membeli sesuatu yang lebih penting atau liburan.

Salah satu cara mudah yang bisa mencegah Anda belanja impulsif adalah aturan 72 jam. Disarankan, agar Anda menunggu 72 jam atau tiga hari sebelum memutuskan membeli sesuatu, terutama yang harganya mahal. Mengutip psikiater dan neuroligis Austria, Victor Frankl, di antara stimulus dan keinginan untuk belanja ada sebuah ruang. Ruang tersebut adalah kesempatan kita untuk menentukan pilihan.

"Sekarang ketika aku mendengar atau melihat buku yang kedengarannya menarik, itu akan masuk ke daftar dalam akun Amazon berjudul 'The 72-Hour List'. Jika aku masih mau buku tersebut ketika kembali 72 jam berikutnya, aku akan membelinya," ungkap Carl Richards kepada New York Times.

Selain mengungkap tips menunggu 72 jam, Carl juga menganjurkan agar Anda menerapkan aturan keuangan 50-20-30. Trik finansial yang menyarankan Anda mengalokasikan 50% gaji untuk kebutuhan esensial, 20% untuk ditabung, dan 30% untuk membeli yang diinginkan itu dianggap relevan untuk diterapkan semua orang. Dengan begitu, Anda bisa tetap menabung tapi tidak absen berbelanja.

"Uang yang kamu simpan bisa berguna untuk kontribusi pensiun atau membayar hutang, seperti biaya kuliah atau cicilan mobil," ungkap Hannah Lutterbach kepada Career Girl Daily. (ami/ami)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com